Jalan di Sawahan Timur Rusak Menahun, Ketua RT: Diajukan Setiap Musrenbang, Belum Ada Perbaikan
Rezi Azwar July 17, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kondisi jalan rusak dan berlubang di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang tidak hanya terjadi di satu titik. Selain Jalan Sunda yang dikeluhkan warga, kerusakan serupa juga terdapat di beberapa lokasi lain, seperti Jalan Jawa dan Jalan Minangkabau.

Hal itu disampaikan oleh Ketua RT 01, RW 03 Komplek PKA bernama Nusirwan saat ditemui TribunPadang.com di kediamannya pada Jumat (17/7/2026).

Ia menyebut, terdapat tiga titik jalan rusak yang sudah terjadi beberapa tahun di daerahnya, namun tak kunjung diperbaiki.

"Total ada tiga jalan rusak ini, Jalan Sunda, Jalan Jawa dan Jalan Minangkabau. Di sini merupakan akses alternatif ke SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang," sebutnya.

Baca juga: DPRD dan Pemko Padang Sepakati Perubahan APBD 2026, Ini Fokus Anggarannya

JALAN RUSAK- Warga, Asnimar saat menunjuk lokasi jalan rusak di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang, Jumat (17/7/2026). Warga sebut jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga inisiatif tambal dengan reruntuhan bangunan.
JALAN RUSAK- Warga, Asnimar saat menunjuk lokasi jalan rusak di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang, Jumat (17/7/2026). Warga sebut jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga inisiatif tambal dengan reruntuhan bangunan. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Ia mengaku, sudah menyampaikan perihal jalan rusak di setiap Musrenbang kepada pihak terkait. Akan tetapi, belum ada kejelasan.

Namun, salah satu jalan ucap Nusirwan akan diperbaiki oleh Dinas PUPR pada Agustus 2026 mendatang.

"Kalau informasinya, Agustus 2026 nanti, Jalan Minangkabau di depan rumah saya ini akan diperbaiki," tuturnya.

Jalan Rusak Sudah Bertahun

Menurut keterangan Nusirwan, jalan rusak di daerahnya mulai dari lima hingga delapan tahun.

Untuk Jalan Jawa dan Sunda sudah rusak selama lima tahun, akses jalan ini mengarah langsung ke SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang.

Sedangkan Jalan Minangkabau memang tidak memiliki akses langsung ke kedua fasilitas publik tersebut.

"Jalan di depan rumah saya ini sudah delapan tahun rusak, mungkin belum diperbaiki karena keterbatasan anggaran dan tidak terlalu vital, karena mengarah ke perumahan warga saja," terangnya.

Baca juga: Semen Padang FC Umumkan Lazar Zlicic, Gelandang Asal Serbia Jadi Rekrutan Asing Kedua

Gotong Royong Warga

Sembari menunggu bantuan pemerintah untuk memperbaiki jalan, Nusirwan sudah mengajak warga setempat untuk bergotong royong untuk menambal kerusakan.

Pada tahun 2025 lalu, donasi dikumpulkan secara secara sukarela dan memanfaatkan bahan-bahan seadanya dari masyarakat.

"Kalau ada pasir dan kerikil masyarakat yang berlebih kita tambal ke jalan. Untuk semennya, diminta sumbangan ke Suzuya, tahun lalu dapat tiga sak, itu yang kita gunakan," sebutnya.

Akan tetapi, upaya perbaikan ban dengan bahan seadanya tak berlangsung lama. Pada tahun 2026 kembali rusak.

Pasalnya, bahan pasir, kerikil dan semen tak terlalu kuat dibandingkan aspal ucap Nusriwan.

"Memang tidak kuat, tetapi bisa untuk sementara. Minggu lalu, juga ada pencari barang bekas yang berinisiatif sendiri menambal dengan puing bangun, itulah upaya yang dapat kita lakukan," tambahnya.

Baca juga: Kapolda Sumbar Ancam PTDH Anggota Polisi yang Terlibat Narkoba: Saya Tegaskan kepada Seluruh Jajaran

Dentuman Kendaraan Bikin Resah

Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan jalan rusak menuju fasilitas publik di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di lapangan pukul 10.19 WIB, terdapat jalan rusak dengan panjang sekira tiga meter, atau mencapai sekitar enam langkah orang dewasa.

Jalan rusak tersebut beragam, mulai dari berlubang, tidak rata dan beberapa lainnya sudah ditimbun menggunakan pecahan material bangunan.

Lokasi tepatnya, berada tiga ratus meter saat masuk dari sebuah persimpangan di samping Suzuya Stasiun Padang, Simpang Haru menuju SMPN 5 Padang dan RSUP M Djamil.

Kurang lebih, jalan rusak berada di samping Masjid Al-Hidayah, Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur.

Baca juga: Polda Sumbar Periksa 12 Saksi Kasus Bom Rakitan MAN 3 Padang, Keterangan Pelaku Terus Didalami

Jalan ini sering dimanfaatkan warga atau pengendara sebagai alternatif menuju fasilitas publik tersebut.

Perihal jalan rusak, saat kendaraan melintas terdengar bunyi dentuman keras, yang dapat mengagetkan masyarakat sekitar.

Hal inilah yang dikeluhkan masyarakat, salah satunya bernama Asnimar. Ia mengaku resah dengan bunyi keras yang dihasilkan kendaraan saat melintasi jalan di depan warungnya.

"Sangat-sangat terganggu, bagaimana tidak, kendaraan sering dengan kecepatan tinggi melintas di sini, bunyinya keras, daya sering kaget dan resah," ucapnya di lokasi.

Bahkan ia sering kali menegur pengendara yang mengemudi dengan kecepatan tinggi, sebab titik jalan rusak persis di depan warungnya.

Terlebih, material reruntuhan bangunan yang dijadikan timbunan jalan berlubang, sering terpental akibat kendaraan.

Baca juga: Pemprov Sumbar Rehabilitasi Anak Berhadapan Hukum Kasus Bom Rakitan MAN 3 Padang

"Ini kan sudah ditimbun, sebelumnya berlubang. Tapi sudah ditimbun, kendaraan selalu kencang melewatinya, jadinya reruntuhan bangunan sebagai timbunan sering mengenai warung saja," tuturnya.

Senada, warga lainnya bernama Elinar juga menyebut bahwa jalan rusak cukup menganggu aktivitas.

Bunyi dentuman keras yang dihasilkan kendaraan, selalu menghantui mereka setiap harinya.

"Iya, bunyi keras kalau kendaraan lewat, karena kondisi jalan rusak, mereka tidak mau pelan-pelan," ujarnya.

Ia berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut agar tidak meresahkan warga setempat maupun pengendara yang melintas.

Dengan diperbaikinya jalan tersebut, akses ke SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang dapat berjalan lancar.

"Harapan saya tentu segera diperbaiki, jadi akses ke sekolah atau rumah sakit kan tidak terganggu. Selain itu, kita juga tidak akan mendengar suara keras lagi," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.