Terpantau Memiliki 65 Hotspot, Pemkab OKU Dapat Bantuan Alat Kesiapsiagaan Antisipasi Karhutla
Refly Permana July 17, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menerima menerima bantuan peralatan kesiapsiagaan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (17/7/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Dr. Muhammad Iqbal Alisyahbana, S.STP, MM kepada Bupati OKU diwakili Sekretaris Daerah OKU Alva Elan, SST, M.PSDA di Palembang.

Adapun bantuan berupa 3 unit mesin pompa air beserta perlengkapannya, 10 set alat pelindung diri (APD) pemadam kebakaran, serta 100 paket logistik sembako.

Jika diuangkan, bantuan ini nominalnya sekitar Rp700 juta. 

Dijelaskan Alva,  seluruh peralatan akan langsung disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla selama status siaga bencana berlangsung. 

Baca juga: Layanan Darurat Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dialihkan ke Nomor 112, Gratis Bebas Pulsa

Peralatan akan di-standby-kan di Posko Utama BPBD OKU. 

Peralatan siap digunakan, sedangkan logistik siap disalurkan ketika terjadi bencana. 

Sebagai langkah antisipasi dini terhadap puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga September mendatang, Pemerintah Kabupaten OKU telah resmi menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla yang berlaku sejak 8 Juni - 30 September 2026. 

Alva menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui BPBD Sumatera Selatan atas dukungan tersebut. 

Bantuan peralatan dan logistik itu akan memperkuat kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten OKU dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Dukungan sarana prasarana ini datang saat tren peningkatan titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan. 

Kabupaten OKU tercatat menjadi salah satu daerah dengan jumlah titik panas tertinggi di Sumatera Selatan. 

Berdasarkan data BPBD Sumsel hingga 10 Juli, tiga Kabupaten dengan jumlah titik panas tertinggi meliputi Musi Banyuasin (89 titik) kemudian Muara Enim (71 titik) dan Ogan Komering Ilir (67 titik).  Serta Kabupaten OKU  mencatat 65 hotspot.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Sumsel hingga 10 Juli, secara kumulatif telah terdeteksi sebanyak 2.342 titik panas di Sumsel sepanjang tahun 2026, dengan sebaran 493 titik terpantau hanya dalam 10  hari pertama bulan Juli.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.