Kebakaran Lahan Gambut di OKI Berpotensi Sambar Rumah Warga, Kini Sudah Meluas 8 Hektare
Refly Permana July 17, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Berjibaku di tengah kepungan asap pekat, tim gabungan hingga dua unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menaklukkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan.

Memasuki hari kedua pada Jumat (17/7/2026), kebakaran lahan gambut ini telah menghanguskan 8 hektare lahan gambut dan khawatir mengarah ke rumah-rumah masyarakat sekitar.

Dikatakan Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, Edi Satriawan, saat ini kondisi api sudah cukup luas.

"Sejak kemarin karhutla terjadi tepatnya di Desa Tulung Selapan Ilir. Tak tanggung-tanggung, sekitar 8 hektare lahan gambut milik warga mengalami kebakaran," kata Edi saat dikonfirmasi Sripoku.com pada Jumat (17/7/2026) siang.

Menurutnya, peristiwa kebakaran lahan awalnya terdeteksi melalui patroli udara. Mengetahui hal ini, tim gabungan langsung terjun ke lokasi membelah pekatnya asap melakukan pemadaman.

Baca juga: Kebakaran di Tanah Abang PALI, Satu Rumah Ludes Gegara HP Sedang Dicas Meledak, Kerugian Rp300 Juta

Edi menjelaskan, kondisi lahan dengan topografi datar didominasi vegetasi semak belukar, belidang, anakan gelam dan kumpai membuat api menjalar dengan sangat cepat.

"Karena yang terbakar ini lahan gambut, ditambah vegetasinya membuat api mudah merambat sehingga area yang terbakar menjadi sangat luas," jelasnya.

Disampaikan Edi, Tim Manggala Agni bahu-membahu bersama BPBD OKI, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Tulung Selapan, pemadam kebakaran (Damkar), hingga 10 orang Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Samora.

"Tidak hanya andalkan pemadaman darat, 2 unit helikopter water bombing turut memadamkan api melalui udara guna menjinakkan titik hotspot yang terus terbakar," ungkapnya.

"Berkat bantuan tim gabungan dan water bombing, sebagian lahan sudah dapat dipadamkan, saat ini personel di lapangan masih terus lakukan penyisiran dan pendinginan (mopping-up) pasca kejadian," ungkapnya.

Fokus utama petugas saat ini adalah menghalau dan memutus jalur api agar bencana tidak sampai menelan perumahan warga.

Baca juga: Antisipasi Kebakaran, Lapas Sekayu Pasang 16 Fire Blok di Area Blok Hunian

"Tim melakukan pemadaman di kepala api untuk memutus penjalaran api yang mengarah ke rumah penduduk. Sebagian lahan sudah dapat dipadamkan, saat ini personel di lapangan masih terus melakukan penyisiran dan pendinginan (mopping-up)," bebernya.

Lebih lanjut, Edi mengingatkan karhutla di musim kemarau hampir terjadi setiap hari di wilayah OKI.

"Terdapat sejumlah titik di beberapa kecamatan rawan yang menjadi pantauan ketat di antaranya Pedamaran Timur, Cengal, Pangkalan Lampam, Sungai Menang dan Tulung Selapan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.