BANGKAPOS.COM - Pertandingan puncak Piala Dunia 2026 bakal menghadirkan bentrokan megah antara Spanyol selaku jawara Eropa melawan Argentina yang berstatus juara bertahan dunia.
Stadion New York New Jersey bersiap menjadi saksi bisu pertarungan sengit yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Bagi skuad Albiceleste, laga krusial ini memanggil kembali memori kelam saat mereka dipaksa menyerah secara mengenaskan oleh La Roja delapan tahun silam.
Catatan sejarah mencatat Timnas Argentina luluh lantak dengan skor 1-6 dari Timnas Spanyol dalam laga persahabatan di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 27 Maret 2018.
Kala duel tersebut terjadi, megabintang Lionel Messi terpaksa menepi dari lapangan hijau akibat dibekap cedera.
Spanyol tampil dominan dan menang berkat hattrick Isco, serta gol Diego Costa, Thiago Alcantara, dan Iago Aspas.
Satu-satunya gol Argentina dicetak Nicolas Otamendi melalui sundulan.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Argentina pada era modern.
Kini, situasinya sangat berbeda.
Lionel Messi masih menjadi motor permainan La Albiceleste dan membawa timnya kembali ke final Piala Dunia untuk kedua kali secara beruntun.
Timnas Argentina lolos ke partai puncak setelah menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 melalui comeback dramatis.
Sempat tertinggal akibat gol Anthony Gordon, pasukan Lionel Scaloni membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Sementara itu, Spanyol memastikan tempat di final setelah tampil impresif mengalahkan Perancis 2-0 pada semifinal.
Tim asuhan Luis de la Fuente menguasai pertandingan sejak awal dan menang berkat gol Mikel Oyarzabal serta Pedro Porro.
Secara keseluruhan, kedua negara telah bertemu dalam 14 pertandingan internasional.
Spanyol unggul dengan enam kemenangan, Argentina meraih lima kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang.
Laga terakhir kedua tim adalah kemenangan telak Spanyol 6-1 pada 2018.
Kekalahan telak Argentina itu diperoleh dalam laga uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 27 Maret 2018.
Kala itu, Argentina tampil tanpa Lionel Messi yang absen karena cedera.
Spanyol tampil dominan dan menang berkat hattrick Isco, serta gol Diego Costa, Thiago Alcantara, dan Iago Aspas.
Satu-satunya gol Argentina dicetak Nicolas Otamendi melalui sundulan.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Argentina pada era modern.
Kini, situasinya sangat berbeda.
Lionel Messi masih menjadi motor permainan La Albiceleste dan membawa timnya kembali ke final Piala Dunia untuk kedua kali secara beruntun.
Timnas Argentina lolos ke partai puncak setelah menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 melalui comeback dramatis.
Sempat tertinggal akibat gol Anthony Gordon, pasukan Lionel Scaloni membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Sementara itu, Spanyol memastikan tempat di final setelah tampil impresif mengalahkan Perancis 2-0 pada semifinal.
Tim asuhan Luis de la Fuente menguasai pertandingan sejak awal dan menang berkat gol Mikel Oyarzabal serta Pedro Porro.
Rekam jejak pertemuan di ajang Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina baru sekali terjadi.
Pertemuan itu terjadi pada fase grup Piala Dunia 1966 di Villa Park, Birmingham.
Argentina keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 melalui dua gol Luis Artime, sedangkan gol Spanyol dicetak Pirri.
Secara keseluruhan, kedua negara telah bertemu dalam 14 pertandingan internasional.
Spanyol unggul dengan enam kemenangan, Argentina meraih lima kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang.
Laga terakhir kedua tim adalah kemenangan telak Spanyol 6-1 pada 2018.
Sebelum bertemu di final Piala Dunia 2026, Spanyol dan Argentina sejatinya dijadwalkan saling berhadapan pada laga Finalissima 2026, yakni duel antara juara Piala Eropa dan juara Copa America.
Namun, pertandingan yang semula akan digelar di Lusail, Qatar, dibatalkan setelah konflik di Timur Tengah membuat seluruh kompetisi olahraga di Qatar dihentikan sementara.
UEFA mengusulkan Stadion Santiago Bernabeu di Madrid sebagai venue pengganti, sedangkan CONMEBOL menginginkan Estadio Monumental di Buenos Aires.
Karena kedua pihak tidak mencapai kesepakatan mengenai lokasi pertandingan, Finalissima akhirnya resmi dibatalkan.
Alhasil, pertemuan di final Piala Dunia 2026 menjadi duel pertama Spanyol vs Argentina sejak kemenangan telak La Roja pada 2018.
Pertemuan di final Piala Dunia 2026 menjadi duel pertama Spanyol vs Argentina sejak kemenangan telak La Roja pada 2018.
Bursa prediksi skor menjagokan Spanyol, tetapi Argentina sedang memburu gelar beruntun yang terakhir kali dicapai Brasil pada 1958 dan 1962.
Sementara itu, Spanyol mengejar trofi keduanya sekaligus status juara pertama di era format 48 tim.
Apa pun hasilnya, sejarah baru dipastikan akan tercipta di New Jersey.
Baca juga: Prediksi Skor Prancis vs Inggris, Head to Head, Jadwal Perebutan Juara 3 Dunia 2026 & Susunan Pemain
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mendukung Argentina dalam laga final ini.
Ia optimistis Tim Tango mampu mempertahankan dominasinya berkat kekompakan tim serta pengaruh besar Lionel Messi di dalam skuad.
Menurut Algafry, sejak awal bergulirnya turnamen ia telah menjagokan Argentina sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.
Pilihan tersebut bukan semata karena memiliki Lionel Messi, melainkan karena kualitas permainan tim yang dinilai merata di seluruh lini.
"Kalau prediksi saya dari awal, Argentina akan menjadi juara Piala Dunia 2026 ini," kata Algafry kepada Bangkapos, Kamis (25/6/2026).
Algafry menilai kekuatan Argentina saat ini tidak lagi bergantung pada satu pemain saja.
“Seluruh pemain dinilai memiliki kualitas yang hampir merata, mulai dari lini pertahanan, lini tengah hingga lini depan,” katanya.
Menurutnya, kolektivitas permainan menjadi keunggulan utama tim berjuluk Albiceleste tersebut dibandingkan negara lain.
"Because rata-rata pemain Argentina ini memiliki kemampuan yang sama. Bentuk pertahanan, lini tengah maupun depannya tersusun rapi. Mereka tidak hanya mengandalkan satu nama, yaitu Messi," ujarnya.
Meski demikian, Algafry mengakui kehadiran Lionel Messi tetap menjadi faktor pembeda bagi Argentina.
Selain memberikan motivasi kepada rekan-rekannya di lapangan, Messi dinilai memiliki kemampuan mengatur permainan yang baik.
Ia juga piawai memberikan umpan-umpan matang yang sulit ditandingi oleh pemain lain.
"Kalau Messi hadir, pertama dia membangkitkan semangat teman-temannya. Kedua, akurasi umpannya sangat luar biasa. Umpan-umpan yang dia berikan benar-benar memanjakan rekannya untuk mencetak gol," katanya.
Ia mencontohkan pertandingan Argentina saat menghadapi Inggris pada babak sebelumnya.
Menurutnya, salah satu gol yang tercipta lahir dari umpan akurat Messi yang menunjukkan kualitas seorang pemain kelas dunia.
"Kita lihat kemarin saat melawan Inggris. Bagaimana akurasi Messi memberikan umpan hingga tercipta gol kedua. Itu luar biasa. Kemampuan seperti itu saya pikir memang sedikit lebih tinggi dibandingkan negara lain," ujarnya.
Selain kualitas individu, Algafry juga menilai keseimbangan permainan Argentina menjadi modal utama dalam perburuan gelar juara.
Menurutnya, lini tengah Tim Spanyol tampil solid sehingga mampu menjaga ritme permainan sekaligus menjadi penghubung antar lini.
"Tim Spanyol Lini ini tengahnya juga sangat solid. Itu yang membuat permainan terlihat lebih stabil dan kompak sebagai sebuah tim," katanya.
Di akhir pernyataannya, Algafry juga sempat menyinggung pemain muda Spanyol, Lamine Yamal.
Pemain muda tersebut pernah menjadi perhatian publik karena foto masa kecilnya bersama Lionel Messi beredar luas.
Sambil berseloroh, ia mengatakan kisah tersebut menjadi salah satu cerita menarik yang mewarnai Piala Dunia kali ini.
"Pengalaman Yamal masih kurang dibandingkan Messi dengan pengalaman bertahun tahun Messi. Siapa tahu nanti ritme pertandingan juga berubah karena cerita-cerita seperti itu," ujarnya sambil tersenyum. (Sportsmole/ Kompas.tv/ kompas.com Bangkapos.com/ Erlangga/ Dedy Qurniawan)