Bagaimanapun, salah satu kekuatan kami adalah empati yang ditunjukkan bapak dan ibu di Komisi X. Kami juga melihat semangat publik dan pengguna Perpusnas yang justru terus meningkat...
Jakarta (ANTARA) - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz menyatakan dukungan Komisi X DPR RI menjadi energi positif bagi Perpusnas untuk terus menjalankan mandat memperkuat literasi nasional, meski menghadapi penyesuaian anggaran pada tahun 2026.
"Bagaimanapun, salah satu kekuatan kami adalah empati yang ditunjukkan bapak dan ibu di Komisi X. Kami juga melihat semangat publik dan pengguna Perpusnas yang justru terus meningkat, serta kegigihan para pegiat literasi dan pelestari naskah yang tidak surut. Itulah yang membuat kami tetap semangat meskipun anggaran Perpusnas turun cukup signifikan," ujar Aminudin dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Pernyataan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI di Jakarta pada Kamis (16/7).
Ia menjelaskan Perpusnas berhasil merealisasikan anggaran pada tahun 2025 sebesar Rp583,26 miliar atau 98,93 persen dari pagu efektif setelah pemblokiran sebesar Rp589,59 miliar. Menurutnya, seluruh unit kerja mampu menjaga kualitas pengelolaan anggaran dengan tingkat penyerapan di atas 98 persen.
Aminudin mengakui penyesuaian anggaran pada 2026 berdampak terhadap sejumlah program prioritas, seperti bantuan bacaan bermutu bagi perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, lembaga pemasyarakatan, dan puskesmas, serta penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pembangunan dan penguatan sarana perpustakaan di daerah.
Meski demikian ia memastikan Perpusnas tetap menjaga target pembangunan literasi nasional melalui penyesuaian target kinerja bersama Kementerian PPN/Bappenas, penguatan pendampingan penyusunan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), serta pengembangan program Relawan Literasi Masyarakat (Relima).
Untuk memastikan berbagai program tetap berjalan, pihaknya memperluas kolaborasi pendanaan dengan Kementerian Kebudayaan, komunitas pelestari naskah, lembaga filantropi, dan mitra internasional.
Sementara itu Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan pengurangan anggaran berpotensi memengaruhi pembangunan literasi sehingga perlu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran pada tahun-tahun mendatang.
"Perpusnas tetap mampu menunjukkan dedikasi, inovasi, dan menjaga kualitas layanan di tengah keterbatasan anggaran. Dampak pengurangan anggaran terhadap capaian pembangunan literasi perlu menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran berikutnya," ujar Hetifah.





