Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Dunia pernikahan terus mengalami perkembangan. Jika beberapa tahun lalu calon pengantin cenderung mengikuti konsep yang sedang populer, kini pasangan lebih memilih menghadirkan pesta yang mencerminkan karakter mereka sendiri.
Tren tersebut terlihat dalam Grand Royal Wedding Expo 2026 yang digelar di Grand Ballroom Sudirman, Bandung.
Selain dipenuhi vendor pernikahan, pameran ini juga memperlihatkan perubahan selera calon pengantin, mulai dari dekorasi hingga wedding cake yang semakin mengutamakan sentuhan personal.
Tim Valentine Decoration, Tami, mengatakan dekorasi dengan sentuhan drapery atau permainan kain masih menjadi salah satu konsep yang banyak diminati pada tahun ini.
Tidak hanya untuk pesta outdoor, konsep tersebut juga mulai banyak diaplikasikan pada resepsi yang digelar di dalam ruangan.
“Kalau tren memang sekarang banyak yang menggunakan drapery. Untuk indoor pun sekarang lumayan sering menggunakan konsep seperti itu,” ujar Tami, Jumat (17/7/2026).
Sementara dari sisi warna, palet netral seperti putih masih menjadi pilihan utama.
Meski demikian, sebagian pasangan mulai berani menambahkan sentuhan warna lain, seperti biru metalik, untuk memberikan aksen yang lebih modern.
Namun menurut Tami, Valentine Decoration tidak menjadikan tren sebagai patokan utama dalam merancang dekorasi.
Sebaliknya, tim lebih mengutamakan keinginan dan karakter calon pengantin agar hasil akhirnya terasa lebih personal.
“Kami memang terkenal dengan dekorasi yang serba custom. Jadi kami tetap melihat dulu keinginan bride dan groom seperti apa. Tren hanya menjadi penyeimbang, bukan sesuatu yang harus diikuti sepenuhnya,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap pasangan memiliki kebutuhan yang berbeda.
Ada yang datang dengan konsep yang sudah matang, namun tidak sedikit pula yang benar-benar belum memiliki gambaran mengenai pesta impian mereka.
Untuk membantu menentukan konsep, tim Valentine Decoration terlebih dahulu menyusun moodboard berdasarkan preferensi calon pengantin, mulai dari pilihan warna, jenis bunga, hingga gaya rangkaian dekorasi yang disukai.
Belakangan, media sosial juga ramai dengan keluhan calon pengantin yang merasa hasil dekorasi di hari pernikahan tidak sesuai dengan promosi yang ditawarkan vendor.
Menurut Tami, komunikasi yang matang sejak awal menjadi kunci agar hal tersebut tidak terjadi.
Di Valentine Decoration, setelah moodboard disepakati, seluruh area dekorasi dibuatkan desain visual atau rendering secara detail sehingga klien dapat mengetahui gambaran hasil akhir sebelum hari pelaksanaan.
“Kalau di Valentine, setelah moodboard disetujui kami buat rendering untuk setiap area. Jadi kemungkinan hasil akhirnya sekitar 99 persen tidak akan jauh berbeda dari desain yang sudah disetujui. Selain itu, calon pengantin juga sebaiknya banyak melihat testimoni pelanggan sebelumnya,” ungkapnya.
Tidak hanya dekorasi, tren wedding cake juga mengalami perubahan.
Marketing Valentine Cake, Sisi, mengatakan konsep kue pernikahan saat ini kembali mengarah pada desain klasik dengan ukuran yang jauh lebih megah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Kalau awal tahun sempat ramai Italian Cake, sekarang trennya kembali ke model klasik. Bedanya, tampilannya lebih grand, bahkan tinggi cake bisa melebihi tinggi badan orang,” katanya.
Wedding cake kini juga tidak hanya digunakan saat resepsi berlangsung. Banyak pasangan yang memesan kue berukuran besar sebagai properti sesi foto prewedding untuk menghasilkan konsep foto yang lebih estetik.
“Kadang ada yang pesan wedding cake khusus untuk sesi prewedding. Nanti saat hari H bisa menggunakan cake yang berbeda lagi,” ujarnya.
Sisi menjelaskan, hampir seluruh wedding cake yang dibuat dapat disesuaikan dengan tema dekorasi.
Mulai dari warna bunga, bentuk, hingga ornamen dapat mengikuti moodboard yang telah disusun bersama vendor dekorasi.
Bahkan, bagi pelanggan yang memiliki kebutuhan khusus, seperti alergi terhadap bunga segar, Valentine Cake juga menyediakan pilihan dekorasi menggunakan bunga edible maupun tanpa bunga sama sekali.
“Semuanya bisa disesuaikan, mau bunga edible, fresh flower, atau bahkan tanpa bunga pun bisa. Jadi benar-benar mengikuti permintaan pengantin,” jelasnya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat Bandung terhadap penggunaan wedding cake juga terus meningkat.
Dalam satu hari, Valentine Cake bahkan pernah menangani hingga 12 pesanan, terutama pada musim pernikahan yang biasanya berlangsung mulai pertengahan hingga akhir tahun.
Tak hanya digunakan pada resepsi pernikahan, wedding cake kini juga menjadi bagian dari berbagai momen penting lainnya, seperti acara lamaran, sangjit, pesta ulang tahun ke-17, hingga berbagai perayaan keluarga.
Menurut Sisi, tren tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin menjadikan cake sebagai elemen dekoratif sekaligus simbol perayaan yang dapat dirancang secara eksklusif sesuai tema acara.
“Semua bisa dibuat custom, mulai dari bentuk, ukuran, warna sampai detail-detail kecilnya bisa disesuaikan dengan konsep acara dan keinginan pelanggan,” ucapnya.