SURYA.CO.ID, SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji kembali menjenguk korban insiden konser gratis Denny Caknan yang berujung kericuhan akibat membeludaknya ribuan penonton di eks Taman Hiburan Rakyat.
Dua petugas keamanan yang berjaga di lokasi menjadi korban luka parah setelah tertimpa pagar pembatas yang roboh akibat desakan penonton yang memaksa masuk.
Peristiwa itu kini menjadi perhatian serius jajaran pemerintah kota demi memastikan penanganan medis para korban berjalan maksimal.
Baca juga: Evaluasi Kericuhan Konser Denny Caknan di SUBEC, Eri Cahyadi Selidiki Penyebab Gerbang Ambruk
Keduanya hingga saat ini masih dirawat di RSUD Soewandhie Surabaya, Jatim.
Saat ricuh, mereka tertimpa pagar dalam konser Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) di eks Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya, 5 Juli 2026.
"Harus terus kita kawal agar mereka mendapatkan perawatan optimal. Yang menggembirakan buat kami adalah korban kondisinya makin membaik," ucap Armuji atau Cak Ji.
Konser gratis di eks THR Surabaya memang dipadati ribuan pengunjung.
Apalagi mendatangkan penyanyi sekaliber Denny Caknan.
Saking banyaknya pengunjung menjadi pemicu konser berakhir ricuh.
Situasinya disebabkan karena membludaknya penonton yang memaksa masuk hingga pagar pembatas roboh.
Penonton banyak terluka termasuk yang parah adalah 2 petugas.
Di RSUD Soewandhie, Cak Ji menyapa pasien dan berdialog dengan keluarga pasien, serta tenaga medis untuk mengetahui perkembangan kondisinya.
Seluruh jajaran tenaga medis dan pihak rumah sakit memberikan pelayanan maksimal hingga seluruh korban dinyatakan pulih.
"Sampai sembuh. Biaya ditanggung Pemkot," kata Cak Ji.
Baca juga: CaK jI Wakil Wali Kota Surabaya Jagokan Spanyol, Lamine Yamal Jadi Sorotan
Cak Ji mengakui bahwa situasinya memang rentan dengan membeludaknya penonton.
Kondisi ini menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
Agar kejadian serupa tidak terulang.
Evaluasi mencakup aspek pengamanan, pengendalian jumlah penonton, hingga manajemen akses masuk ke lokasi acara.
Dua petugas yang menjadi korban ricuh konser Denny Caknan itu adalah Bintara Pembina Desa (Babinsa) berusia 42 tahun dan petugas PMK atau pemadam kebakaran berusia 47 tahun.
Keduanya patah tulang.
Setelah melihat kondisi korban, Cak Ji mengaku senang karena kesehatan korban yang berangsur membaik.
Tubuhnya bisa bergerak dan sudah bisa komunikasi.
Cak Ji minta tidak perlu buru-buru minta pulang.
Terus melakukan perawatan pemulihan secara penuh di rumah sakit.
Kalau di rumah susah.
Cak Ji juga sampaikan ucapan terima kasih atas dukungan keluarga Denny Caknan yang turut menjenguk kedua korban yang dirawat di rumah sakit.