TRIBUNJATIM.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat tinggi di Kabinet Merah Putih mengalami kelelahan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan dampak dari tingginya intensitas kerja para menteri dan kepala badan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk bekerja secara cepat demi mencapai target-target yang telah ditetapkan dan mendorong kemajuan Indonesia.
Baca juga: 2 Jam Menunggu, Warga Malang Bahagia Bisa Disapa Presiden Prabowo di Lanud Abdulrachman Saleh
Awalnya, Presiden menyampaikan bahwa dirinya bangga dalam beberapa minggu terakhir melihat para anggota kabinetnya bekerja sangat keras.
“Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini, saya melihat kerja keras semua unsur, menteri-menteri, panglima, kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat,” katanya.
Saking kerja kerasnya, kata Presiden, banyak pejabat, baik itu menteri maupun kepala badan, yang jatuh sakit hingga harus dirawat di rumah sakit.
“Banyak pejabat tinggi negara, menteri, kepala badan, terus terang saja, yang ambruk masuk rumah sakit karena kerja keras,” katanya.
Presiden mengatakan bahwa pemerintahan yang ia pimpin tidak akan bekerja santai.
Pemerintah bekerja cepat untuk mengejar sejumlah target yang telah ditetapkan.
“Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya. Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri,” pungkasnya.
Antusiasme warga menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto terlihat di sepanjang akses menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026).
Sejak selepas Salat Jumat, ratusan warga telah memadati tepi jalan demi melihat langsung kepala negara yang menghadiri Panen Raya TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Meski hanya berlangsung beberapa saat, sapaan Presiden Prabowo dari dalam kendaraan dinilai cukup membekas bagi warga.
Mereka mengibarkan bendera Merah Putih dan melambaikan tangan saat iring-iringan kendaraan presiden melintas.
Bagi sebagian warga, kesempatan melihat langsung seorang presiden menjadi pengalaman yang jarang terjadi.
Tidak sedikit yang rela menunggu berjam-jam demi menyaksikan momen tersebut bersama keluarga.
Selain menghadiri panen raya, kunjungan Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sinergi bersama TNI.
Baca juga: Alasan Presiden Prabowo Soal TNI Jaga Ketat Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Salah seorang warga, Wiwik Suwarno, mengaku sudah berada di sekitar Lanud Abdulrachman Saleh sejak pukul 13.00 WIB.
Bersama warga lainnya, ia menunggu di pinggir jalan agar dapat melihat langsung Presiden Prabowo.
"Sudah menunggu selepas salat Jumat," kata Wiwik, Jumat (17/7/2026).
Sekitar pukul 15.00 WIB, iring-iringan kendaraan Presiden melintas.
Saat melihat mobil yang ditumpangi Prabowo semakin dekat, Wiwik langsung berdiri sambil mengibarkan bendera Merah Putih.
Ia mengaku sangat bahagia meski hanya sempat disapa dari dalam kendaraan.
"Sangat senang, meskipun hanya sekejap. Alhamdulillah bisa jumpa. Kalau seandainya turun, tambah senang. Saya sudah dua kali bertemu, dulu saat setelah kecelakaan pesawat dan beliau menjabat sebagai Menhan," kata Wiwik.
Menurutnya, momen tersebut memberikan semangat tersendiri.
Ia juga berharap kesejahteraan prajurit TNI dan para pensiunan dapat terus ditingkatkan.
"Menambah semangat. Biar gajinya dinaikkan, apalagi para pensiun," harapnya.
Antusiasme serupa juga dirasakan Irma yang datang bersama putrinya sejak pukul 13.00 WIB.
Ia mengatakan sekolah mengajak para murid untuk ikut menyambut kedatangan Presiden.
"Sekolah memang mengajak murid-murid untuk menyambut presiden," ujar Irma.
Saat iring-iringan Presiden melintas, Irma dan putrinya tampak melompat kegirangan.
Baginya, momen tersebut menjadi pengalaman pertama melihat langsung seorang presiden.
"Biasanya hanya melihat di televisi atau media sosial. Hari ini bisa melihat langsung, jadi dia sangat antusias sejak tadi siang," katanya.
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kehadiran Presiden menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong hilirisasi komoditas strategis agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Dalam program tersebut, masing-masing matra TNI mendapat fokus pendampingan berbeda.
TNI Angkatan Darat mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI Angkatan Laut mengembangkan kedelai, sedangkan TNI Angkatan Udara berfokus pada budidaya tebu.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI AD telah menjangkau sekitar 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, atau berkontribusi terhadap 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.
Sementara itu, TNI AL mendampingi pengembangan kedelai di lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton.
Adapun TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi mencapai 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026.