Anggaran Terbatas karena Efisiensi, Penataan PKL Lapangan drh Soepardi Libatkan CSR Perusahaan
Yoseph Hary W July 18, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bupati Magelang Grengseng Pamuji mulai melakukan penataan kawasan UMKM di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. 

Langkah ini menjadi strategi Pemerintah Kabupaten Magelang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur publik sekaligus menjaga akselerasi pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Penataan kawasan UMKM tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang usaha yang lebih tertib, nyaman, representatif, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Magelang.

Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan 

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan. Menurutnya, pemerintah harus mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, agar program pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

"Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah dituntut lebih kreatif mencari sumber pendanaan pembangunan. Salah satunya melalui kolaborasi dengan dunia usaha melalui program CSR. Dengan semangat gotong royong, pembangunan tetap bisa berjalan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada APBD," kata Grengseng.

Ia menjelaskan, penataan kawasan UMKM Lapangan drh. Soepardi merupakan langkah awal untuk menciptakan kawasan ekonomi yang lebih tertata sekaligus menjadi pusat aktivitas masyarakat.

"Kami ingin kawasan ini menjadi ruang publik yang nyaman, sekaligus mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. UMKM harus mendapatkan tempat yang layak sehingga pengunjung merasa nyaman dan para pelaku usaha dapat berkembang," ujarnya.

Menurut Grengseng, keterlibatan perusahaan dalam pembangunan daerah merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

"CSR bukan sekadar bantuan, tetapi investasi sosial yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Pemerintah akan terus membuka ruang kolaborasi agar semakin banyak perusahaan yang ikut berkontribusi membangun Kabupaten Magelang," tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pembangunan daerah.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, pembangunan akan berlangsung lebih cepat, lebih efektif, dan hasilnya akan lebih dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Grengseng melanjutkan total nantinya akan ada 36 Lapak UMKM yang akan dibangun sesuai dengan data yang ada di PKL Barokah Lapangan drh Soepardi saat ini. Selain penataan Kawasan nantinya juga akan dilakukan pembinaan bagi para pedagang sehingga bisa menyajikan jajanan sehat untuk pengunjung lapangan.

Pemerintah belum pernah memperhatikan, ini pertama kali 

Ketua Paguyuban pedagang kaki lima “Barokah” lapangan drh Soepardi, Suhardi mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati Magelang dan seluruh pihak yang sudah berpartisipasi dalam Pembangunan lapak UMKM tersebut.

“Kami sebagai pedagang mengakui selama ini bangunannya tidak tertata jadi terkesan semrawut karena para pedagang membangun sendiri sendiri sesuai kemampuannya,” jelasnya.

Ia menjelaskan sejak adanya lapangan drh Soepardi, Pemerintah Kabupaten Magelang belum pernah memperhatikan para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lapangan.

“Alhamdulillah ini baru pertama kalinya dilakukan Pembangunan mudah-mudahan nanti setelah tertata rapi pengunjung lapangan soepardi bisa semakin ramai,” Imbuhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.