Pep Guardiola dikabarkan pernah memiliki “kesepakatan lisan” untuk menjadi pelatih tim nasional Inggris sebelum Thomas Tuchel ditunjuk, dan pelatih asal Spanyol itu disebut masih tertarik dengan posisi tersebut.
Pertanyaan mengenai masa depan Tuchel mencuat setelah Inggris tersingkir secara mengecewakan dari Piala Dunia oleh Argentina di babak semifinal. Banyak pihak mengkritik taktik pelatih asal Jerman itu setelah The Three Lions gagal mempertahankan keunggulan dan kalah akibat kebangkitan lawan di menit-menit akhir.
Banyak suara yang mendesak Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk memecat Tuchel, dengan sejumlah pihak menunjuk Guardiola—yang baru saja meninggalkan Manchester City pada akhir musim lalu—sebagai pengganti impian.
FA sendiri sebelumnya telah menunjukkan ketertarikan terhadap Guardiola. Menurut laporan The Athletic, pelatih asal Katalunya itu sebenarnya telah menyepakati untuk menggantikan Gareth Southgate sebelum akhirnya memutuskan memperpanjang masa baktinya di Manchester City.
Guardiola kini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Manchester City, dan “kemungkinan besar” masih tertarik memimpin tim nasional Inggris, mengingat ia pernah setuju untuk mengambil posisi tersebut.
Namun, sangat kecil kemungkinan FA akan berpisah dengan Tuchel setelah membawa Inggris mencapai babak semifinal. Komitmen terhadap pelatih asal Jerman itu bahkan kembali ditegaskan setelah kekalahan pada hari Rabu.
Dalam kontraknya, terdapat klausul yang memungkinkan kedua belah pihak bersepakat untuk mengakhiri kerja sama, tetapi klausul tersebut hanya dapat diaktifkan jika Inggris tersingkir dari Piala Dunia sebelum mencapai babak perempat final.
Ketentuan tambahan juga dimasukkan ketika Inggris diperkirakan akan menghadapi Meksiko di Estadio Azteca pada babak 16 besar—pertandingan yang akhirnya dimenangkan tim asuhan Tuchel dengan skor 3-2.
Fakta bahwa Inggris berhasil mencapai babak empat besar untuk keempat kalinya dalam sejarah mereka membuat klausul tersebut tidak berlaku, dan Tuchel tampaknya akan tetap menjabat setelah proses evaluasi rutin pascaturnamen oleh FA.
FA bertekad mempertahankan Tuchel sebagai pelatih jangka panjang, bahkan telah memberinya perpanjangan kontrak awal tahun ini agar ia tetap memimpin hingga Euro 2028.
Tuchel sendiri mengaku bahagia dengan pekerjaannya dan menolak tawaran dari Manchester United pada bulan Januari, setelah klub itu memecat Ruben Amorim.
Pelatih berusia 52 tahun itu kini menghadapi tantangan berat untuk mengembalikan semangat tim menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Prancis pada hari Sabtu, dengan reaksi para penggemar terhadapnya masih belum dapat dipastikan.