Dua Wakil Indonesia Tampil di Markas PBB, Kampanyekan Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola
Alif Mardiansyah July 18, 2026 05:33 AM

ISTIMEWA
Dua mahasiswa yang lahir dari ekosistem Liga Universitas Coca-Cola dipercaya menjadi delegasi resmi Indonesia dalam program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk

BOLASPORT.COM - Dua mahasiswa asal Indonesia berkesempatan untuk mewakili Tanah Air pada forum PBB untuk membahas kesehatan mental melalui sepak bola.

Sepak bola Indonesia kembali menunjukkan bahwa dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam lapangan, tetapi juga mampu menjadi jembatan menuju panggung internasional.

Untuk pertama kalinya, dua mahasiswa yang lahir dari ekosistem Liga Universitas Coca-Cola dipercaya menjadi delegasi resmi Indonesia dalam program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Program PBB tersebut bertajuk "One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being" di United Nations Headquarters (UNHQ), New York, Amerika Serikat.

Keberangkatan delegasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Qatar Airways sebagai Official Airline Partner.

Qatar Airways yang mengantarkan wakil Indonesia menuju forum global untuk menyuarakan bagaimana sepak bola dapat menjadi sarana membangun kesehatan mental, perdamaian, serta kepemimpinan generasi muda.

Dua mahasiswa yang terpilih sebagai delegasi Indonesia adalah Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Keduanya akan berdiskusi bersama pemuda dari berbagai negara mengenai peran sepak bola dalam meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan generasi muda.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga akan memperkenalkan pendekatan Football for Mental Health yang telah dijalankan melalui Liga Universitas Coca-Cola.

Agenda utama delegasi Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026 di markas besar PBB, New York.

Sementara keberangkatan dilakukan pada 14 Juli 2026 dan keduanya dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 19 Juli 2026.

Kepercayaan yang diberikan kepada Elang dan Elyas bukan tanpa alasan.

Keduanya lolos melalui proses merit-based selection (seleksi berbasis kompetensi/prestasi) yang melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, United Nations Resident Coordinator Office (UNRCO) Indonesia, serta penyelenggara Liga Universitas Coca-Cola.

Proses seleksi dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan rekam jejak kepemimpinan, kontribusi dalam pengembangan olahraga dan kepemudaan, kemampuan komunikasi, hingga kesiapan membawa nama Indonesia di forum internasional.

Lebih dari sekadar berprestasi di lapangan hijau, kedua mahasiswa dinilai mampu memberikan kontribusi lebih.

Kontribusi yang bisa dihadirkan merepresentasikan nilai-nilai yang diusung program One World, One Game, One Goal.

Hal itu menjadikan sepak bola sebagai instrumen untuk membangun kepemimpinan, memperkuat kesehatan mental, memperluas inklusi sosial, sekaligus mempererat kolaborasi lintas budaya di kalangan generasi muda.

Elang sendiri merupakan kapten tim STKIP Pasundan di Liga Universitas Coca-Cola 2026 dan telah menggeluti sepak bola kompetitif selama lebih dari 13 tahun.

Kepemimpinannya di dalam maupun luar lapangan serta kepeduliannya terhadap pemberdayaan pemuda menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkannya menjadi delegasi Indonesia.

Sementara itu, Elyas menjabat sebagai Presiden PS ITB yang membawahi organisasi sepak bola mahasiswa dengan lebih dari 150 anggota.

Pengalamannya membangun komunitas olahraga kampus serta mengembangkan berbagai program mahasiswa dinilai sejalan dengan semangat kepemimpinan, inklusivitas, dan kesehatan mental yang menjadi fokus utama forum PBB tersebut.

Direktur Garuda Gemah Nusantara, Rizky Aidi, mengatakan keberangkatan dua mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda Indonesia yang siap memberikan kontribusi nyata di tingkat global.

"Kami sangat bangga dapat memberangkatkan delegasi muda terbaik ke New York untuk berpartisipasi dalam UN Youth Programme bertema One World, One Game, One Goal," kata Rizky Aidi.

"Melalui Liga Universitas Coca-Cola, kami berkomitmen menyediakan platform aktivitas mahasiswa yang tahun ini menyuarakan kampanye Play for Peace sekaligus mengawal isu kesehatan mental generasi muda (youth mental health)."

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan seluruh pihak, khususnya Qatar Airways sebagai Official Airline Partner yang telah mewujudkan perjalanan bermakna ini."

"Semoga kolaborasi ini dapat menginspirasi para pemuda untuk membawa perubahan positif di kancah internasional," sambung Rizky.

Lebih lanjut Rizky Aidi mengatakan kolaborasi antara dunia olahraga, pendidikan, dan industri penerbangan internasional menjadi bukti bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk membuka peluang yang jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi.

Melalui Liga Universitas Coca-Cola, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ruang untuk berkompetisi, tetapi juga kesempatan menjadi representasi Indonesia dalam forum dunia.

Elang Cikal Brajananta sebagai salah satu delegasi Indonesia mengaku bangga sekaligus menyadari besarnya tanggung jawab yang kini berada di pundaknya.

Bagi Elang Cikal, kesempatan tampil di markas besar PBB merupakan bukti bahwa olahraga mampu membuka jalan menuju pengalaman internasional.

"Terpilih sebagai delegasi melalui Liga Universitas Coca-Cola untuk mewakili Indonesia di program One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health di New York merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya," ucap Elang Cikal.

"Kesempatan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membuktikan bahwa olahraga dapat membuka pintu menuju pengalaman dan kolaborasi di tingkat internasional."

"Saya sangat bersyukur dapat membawa nama Indonesia dalam forum global, bertemu dengan pemuda dari berbagai negara, serta saling bertukar perspektif mengenai kepemimpinan, olahraga, dan pemberdayaan generasi muda," tutur Elang menambahkan.

Elang Cikal berharap pengalaman yang diperolehnya di New York tidak berhenti menjadi pencapaian pribadi.

Tetapi hal itu juga dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda Indonesia agar berani bermimpi besar dan terus mengembangkan diri melalui olahraga.

"Saya juga berharap ilmu, pengalaman, dan jaringan yang saya peroleh di New York dapat saya bawa pulang untuk memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga dan kepemudaan di Indonesia," pungkas Elang Cikal.

Keikutsertaan dua mahasiswa Indonesia dalam forum internasional ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola kampus di Tanah Air.

Liga Universitas Coca-Cola membuktikan diri bukan hanya sebagai kompetisi antarmahasiswa, melainkan juga wadah yang mampu melahirkan pemimpin muda serta membuka jalan bagi talenta Indonesia untuk tampil dan memberikan pengaruh positif di panggung dunia melalui olahraga.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.