TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V di Hotel Mercure, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Pontianak, Jumat 17 Juli 2026.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron mengatakan Musda merupakan bagian dari mekanisme demokrasi lima tahunan setelah pelaksanaan Kongres Partai Demokrat.
Menurutnya, seluruh proses penjaringan kepemimpinan di tingkat provinsi dilakukan secara terbuka dengan memberikan kesempatan kepada seluruh kader yang memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua.
"Sebelumnya saya mendapat informasi ada tiga calon yang mendaftar di Kalimantan Barat. Dalam prosesnya tentu ada penyaringan yang dilakukan secara ketat sehingga demokrasi di internal Partai Demokrat tetap berjalan secara bersih dan transparan," kata Herman di Hotel Mercure Pontianak, Jumat 17 Juli 2026.
Ia menegaskan hasil Musda tidak langsung menetapkan ketua terpilih.
Nama calon yang dihasilkan akan dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk diputuskan oleh Ketua Umum sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Apabila Musda hanya menghasilkan satu nama melalui mekanisme musyawarah, kata Herman, umumnya Ketua Umum akan menetapkan nama tersebut.
• Musda V Demokrat Kalbar 2026 Dimulai, Intip Syarat dan Jadwal Pendaftaran Calon Ketua DPD
Namun jika terdapat lebih dari satu calon, DPP akan melakukan pendalaman sebelum menentukan pilihan.
"Proses demokrasi kami terbuka. Kalau hanya satu nama yang diusulkan biasanya akan ditetapkan, tetapi kalau ada lebih dari satu calon maka Ketua Umum memiliki kewenangan untuk memilih yang terbaik sesuai AD/ART," ujarnya.
Herman menilai Musda V juga menjadi momentum membangkitkan kembali kejayaan Partai Demokrat di Kalimantan Barat seperti pada Pemilu 2009.
Saat itu Demokrat berhasil meraih kursi DPR RI serta menduduki posisi pimpinan DPRD provinsi maupun sejumlah DPRD kabupaten dan kota.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi target realistis yang ingin diwujudkan kembali pada Pemilu 2029.
"Musda ini bukan hanya memenuhi kewajiban organisasi, tetapi menjadi langkah awal membangun kembali kekuatan partai agar Demokrat kembali memenangkan suara, kursi legislatif, serta meningkatkan kontribusi kepada masyarakat," katanya.
• 3 Daftar Anggota DPRD Sambas dari Demokrat Sekarang, 4 Dapil Demokrat Gagal Tempatkan Wakil
Sementara itu, calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar, Ermin Elviani mengatakan seluruh proses penetapan ketua masih menunggu keputusan dari Ketua Umum Partai Demokrat.
Ia memilih menghormati mekanisme organisasi yang sedang berjalan.
"Prosesnya masih berjalan, jadi kita menunggu keputusan Ketua Umum," ujarnya
Meski demikian, Ermin menegaskan kepengurusan mendatang akan fokus mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Kalimantan Barat melalui penguatan soliditas kader hingga tingkat bawah.
Ia juga memasang target agar Demokrat kembali memperoleh keterwakilan di DPR RI dari dua daerah pemilihan Kalimantan Barat pada Pemilu 2029.
"Harapan kami Demokrat kembali berjaya di Kalimantan Barat. Dengan soliditas yang semakin kuat, target kami bisa kembali meraih kursi DPR RI dari Kalbar I maupun Kalbar II," kata Ermin.
Sosok yang akrab disapa Evi ini dikenal sebagai srikandi Demokrat Kalbar, berpengalaman di DPRD Provinsi, dan memiliki rekam jejak kuat dalam kepemimpinan serta kerja sosial.
Berikut profil Ermin Elviani
1. Nama lengkap: Ermin Elviani, SH
2. Panggilan: Evi
3. Tempat/Tanggal Lahir: Mempawah, 30 Juni 1976
4. Karier politik:
a. Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar periode 2021–2026, kini hampir pasti kembali menjabat untuk periode 2026–2031.
b. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Kalbar.
c. Pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar.
5. Basis elektoral: Dapil Kubu Raya–Mempawah, dengan raihan suara signifikan 38.261 suara pada pemilu terakhir, menjadikannya salah satu anggota DPRD dengan suara terbanyak.
(*)