Berita Arema FC Hari Ini Populer: Rencana Perbaikan Stadion Kanjuruhan, Kans Pemain Putri di Timnas
Sarah Elnyora Rumaropen July 18, 2026 07:45 AM

SURYAMALANG.COM, MALANG - Manajemen Arema FC bergerak cepat menindaklanjuti dua catatan minor dari hasil verifikasi Stadion Kanjuruhan oleh operator kompetisi demi mematangkan persiapan markas mereka untuk musim 2026-2027.

Pihak klub langsung berkoordinasi dengan Dispora Kabupaten Malang untuk melakukan perbaikan pada fasilitas ruang VIP dan meningkatkan kualitas pencahayaan stadion.

Di sisi lain, kabar positif juga datang dari sektor sepak bola putri setelah performa impresif penggawa Arema FC Women berhasil memikat tim pemantau bakat.

Berikut ulasan selengkapnya:

Markas Arema FC, Stadion Kanjuruhan mendapatkan dua catatan minor dari operator kompetisi Super League, Ileague, untuk musim 2026-2027.

Hasil tersebut diperoleh setelah tim verifikator Ileague melakukan inspeksi dan verifikasi langsung ke stadion yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur tersebut pada Senin (13/7/2026).

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh Arema FC, proses verifikasi ini menjadi tahapan krusial sebelum Stadion Kanjuruhan resmi digunakan sebagai venue utama tim Singo Edan pada musim mendatang.

Selama proses inspeksi, tim verifikator Ileague melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai aspek stadion.

Pemeriksaan tersebut meliputi fasilitas utama, sarana pendukung jalannya pertandingan, hingga standar operasional keamanan, keselamatan, serta kenyamanan yang menjadi syarat mutlak penyelenggaraan kompetisi sepak bola profesional.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim verifikator memberikan beberapa rekomendasi penyempurnaan.

Dua poin utama yang menjadi perhatian serius adalah penataan fasilitas ruang VIP dan peningkatan kualitas pencahayaan stadion agar sesuai dengan standar kebutuhan siaran serta pertandingan profesional.

Meski temuan tersebut tergolong minor, manajemen Arema FC memastikan seluruh catatan dari tim verifikator akan segera ditindaklanjuti.

Pihak klub pun bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang selaku pengelola resmi Stadion Kanjuruhan.

"Rencananya akan segera dilakukan perbaikan oleh pihak Dispora selaku pengelola Stadion Kanjuruhan," kata Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono.

Minimnya temuan dalam proses verifikasi ini menjadi sinyal yang sangat positif bagi Arema FC yang tengah mematangkan persiapan menjelang bergulirnya kompetisi musim baru.

Terlebih lagi, Stadion Kanjuruhan saat ini telah memiliki wajah baru dengan berbagai fasilitas yang jauh lebih modern pasca-revitalisasi menyeluruh.

Erwin Hardiyono mengungkapkan secara umum hasil verifikasi berjalan cukup positif.

Menurut Erwin, tim verifikator tidak menemukan adanya persoalan besar atau prinsipil yang berpotensi menghambat penggunaan Stadion Kanjuruhan sebagai home base Arema FC musim depan.

"Hasilnya alhamdulillah hanya beberapa keadaan yang minor saja. Jadi tidak ada yang terlalu signifikan menjadi perhatian, tapi tetap jadi fokus kami juga untuk perbaikan untuk pelaksanaan kompetisi ke depan," jelas Erwin.

Dengan langkah penyempurnaan yang segera dilakukan oleh pengelola, Arema FC merasa sangat optimistis seluruh persyaratan dari operator kompetisi dapat dipenuhi secara lengkap sebelum kick-off Liga 2026-2027 dimulai.

Kehadiran kembali Stadion Kanjuruhan sebagai markas utama diharapkan mampu menghidupkan lagi atmosfer pertandingan yang aman, nyaman, dan tertib bagi Aremania maupun para pencinta sepak bola di wilayah Malang Raya. 

Selain menjadi rumah yang representatif bagi Singo Edan, Stadion Kanjuruhan pasca-revitalisasi ini juga diproyeksikan menjadi salah satu stadion percontohan dengan standar penyelenggaraan pertandingan terbaik di Indonesia.

 

Turnamen sepak bola putri skala nasional Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 menjadi gerbang seleksi penting bagi Timnas sepak bola putri U-16.

Skuad ini nantinya dipersiapkan untuk berlaga di Srikandi Merdeka Cup 2026 yang akan digelar pada Agustus mendatang.

Srikandi Merdeka Cup 2026 merupakan kejuaraan internasional bergengsi yang diikuti oleh tujuh negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania.

Nantinya, dalam turnamen internasional tersebut, Indonesia akan menurunkan dua tim U-16.

Pemain-pemain yang dipilih merupakan para peserta Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 dari berbagai regional daerah, termasuk dari Arema FC Women yang telah bertanding di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 5-12 Juli 2026 lalu.

Sayangnya, dalam turnamen nasional tersebut, langkah Arema FC Women U-15 maupun U-18 harus terhenti di babak semifinal dan gagal melaju ke partai final.

Namun, meski gagal menjadi juara, beberapa pemain Arema FC Women U-15 berhasil masuk dalam radar incaran Pelatih Timnas U-16 Putri, Timo Scheunemann, yang setiap harinya datang memantau langsung di lapangan.

Pemantauan ini juga dilakukan bersama pelatih senior Liga 1, Jacksen F Tiago, yang bertindak sebagai Tim Talent Scouting Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 sekaligus mewakili Asisten Pelatih Timnas Sepak Bola Putri, Takumi Taniguchi.

Jacksen mengungkapkan ada tujuh aspek penting yang menjadi patokan dasar untuk menilai kelayakan pemain sesuai instruksi Takumi Taniguchi. 

Aspek tersebut meliputi komunikasi, kompetitif pemain, mental, fisik, teknik, hingga kecerdasan bermain (football intelligence).

“Ada sebuah rumus yang telah disampaikan oleh Coach Taki untuk saya bisa memilih anak-anak yang bisa menjadi bagian dari Srikandi Cup nanti. Sehingga saya memilih pemain berdasarkan itu,” kata Jacksen F Tiago saat menjawab pertanyaan SURYAMALANG.COM, Kamis (16/7/2026).

Bicara soal peluang adanya pemain Arema FC Women U-15 yang akan menembus Timnas sepak bola U-16 Putri, mantan pelatih Persebaya Surabaya ini menyebutkan beberapa nama penggawa Arema FC Women dinilai tampil gemilang sepanjang turnamen.

Di antaranya adalah Kesya Arabela Manisya Nian, striker andalan tim Ongis Kodew U-15 asal Papua, serta Fadilla, pemain berbakat asal Sumatera Utara yang turut bergabung membela Arema FC Women.

“Yang jelas ada (dari Arema FC Women,red). Dari Malang ada beberapa. Kesya luar biasa. Ada Fadilla juga bagus sekali. Mereka menunjukkan aspek kompetitif itu sesama pemain,” jelas Jacksen.

Di sisi lain, Jacksen tidak menampik lingkungan ekosistem sepak bola putri di tanah air saat ini masih belum kokoh.

Menurutnya, seluruh pihak masih harus memupuk kompetisi ini agar sepak bola yang selama ini identik dengan kaum pria bisa menjadi lebih eksis dan berkembang di kalangan putri.

“Ekosistem sepak bola putri kita masih belum benar-benar kuat, sehingga kita harus melakukan adaptasi berdasarkan apa yang ada di hadapan kita" ujarnya. 

"Kalau saya sebenarnya, apa pun yang kita bahas sekarang ini, mau bicara sempurna atau tidak sempurna, jelas tidak sempurna karena kita sedang permulaan" lanjut Jacksen. 

"Kita sedang menuju ke sebuah hal yang lebih besar lagi. Masukan-masukan seperti itu kita terapkan untuk menjadi lebih bagus lagi,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.