Leeds United Dihubungkan dengan Kiper Serie A Berusia 28 Tahun: Pilihan Tepat untuk Farke?
Hendra Wijaya July 18, 2026 08:42 AM

Leeds United dikabarkan tengah memantau kiper Juventus, Michele Di Gregorio. Menurut laporan dari Corriere dello Sport, penjaga gawang asal Italia itu diperkirakan akan meninggalkan Stadion Allianz pada musim panas ini. Hal tersebut menyusul musim yang mengecewakan bagi raksasa Turin yang hanya finis di peringkat keenam Serie A. Laporan lanjutan dari Tuttosport menyebutkan bahwa tim asuhan Daniel Farke baru melakukan pendekatan yang sangat hati-hati, menunjukkan bahwa mereka lebih sekadar memantau situasi daripada melakukan pengejaran serius.

Agen sang pemain, Carlo Alberto Belloni, telah mengonfirmasi bahwa Di Gregorio masuk dalam daftar incaran beberapa klub di Eropa. Tidak ada desakan untuk segera menyelesaikan kepindahan dalam waktu dekat. Leeds United pun menghadapi persaingan ketat. Tottenham Hotspur dikabarkan mengagumi kiper tersebut, meski tim asuhan Roberto De Zerbi belum mengubah minat itu menjadi tawaran resmi. Liverpool sempat dikaitkan dengannya awal tahun ini sebelum akhirnya mengalihkan perhatian ke target lain.

Situasi di Elland Road saat ini bisa dibilang krisis total di posisi penjaga gawang. Illan Meslier meninggalkan klub dengan status bebas transfer, sementara Karl Darlow bergabung dengan Manchester United. Lebih buruk lagi, kiper cadangan Lucas Perri hampir menyelesaikan kesepakatan pinjaman ke Torino. Farke kini membutuhkan penjaga gawang utama baru dalam waktu cepat.

Di Gregorio yang kini berusia 28 tahun bergabung dengan Juventus pada musim panas 2025 dengan reputasi tinggi setelah meraih penghargaan Kiper Terbaik Serie A saat masih membela Monza. Pada musim 2023/24, ia mencatatkan 127 penyelamatan dalam 33 pertandingan dan dikenal memiliki kemampuan distribusi bola yang cocok untuk sistem pertahanan tinggi modern. Para penggemar Serie A kala itu melihat sosok yang tampak ditakdirkan untuk mencapai level tertinggi.

Namun, musim berikutnya berubah menjadi bencana. Kesalahan fatal melawan Inter Milan dan Como membuat Luciano Spalletti mencadangkannya di pertengahan musim. Hingga akhir Mei, ia hanya mampu meraih sembilan clean sheet dalam 30 laga liga. Persentase penyelamatannya merosot menjadi 68,1%, turun drastis dari 70,4% pada musim pertamanya di Turin. Kepercayaan yang diberikan padanya pun berujung kekecewaan.

Satu-satunya aspek positif mungkin hanya soal harga. Laporan awal tahun ini menyebutkan bahwa Juventus mematok harga dasar sekitar €10–11 juta. Klub asal Turin itu harus mendapatkan setidaknya €10,8 juta agar tidak mengalami kerugian modal atas pembelian awal senilai €18,8 juta dari Monza. Untuk kiper berpengalaman asal Italia, harga tersebut tergolong murah. Namun, Leeds United sebaiknya tidak hanya tergoda oleh harga miring. Mereka akan membeli pemain yang sedang menurun performanya dari tim yang tidak stabil, bukan sosok dominan yang siap mengawal gawang di Premier League.

Di Gregorio memang bisa jadi opsi pelapis yang masuk akal, tetapi jika dijadikan target utama, hal ini menimbulkan kekhawatiran. Angka penyelamatannya menurun selama dua musim berturut-turut, dari 78,3% saat di Monza menjadi 70,4%, dan kini 68,1%.

Leeds United tidak boleh mengambil risiko dengan kiper yang mudah kebobolan. Statistik expected goals against (xGA) musim lalu menunjukkan angka yang mengkhawatirkan—mereka berada di posisi ke-14 di Premier League dengan xG kebobolan 55,7. Juventus memang mampu melindungi Di Gregorio dengan pertahanan yang solid secara statistik, tetapi menempatkannya di belakang lini pertahanan Leeds saat ini adalah cerita yang sama sekali berbeda.

Zion Suzuki tampaknya merupakan pilihan yang lebih baik. Ia lebih muda, memiliki potensi besar, dan baru saja tampil impresif di Piala Dunia bersama tim nasional Jepang. Suzuki seharusnya tetap menjadi target utama bagi tim rekrutmen. Namun, jika kesepakatan itu gagal dan Di Gregorio tersedia dengan harga sekitar £9 juta, Farke bisa mempertimbangkannya—meski jangan berharap kehadirannya menjadi penyelamat.

Harga murah memang menggoda, dan ketersediaannya nyata. Namun, Di Gregorio tampak seperti pemain yang sudah melewati masa puncaknya. Seorang kiper yang kehilangan posisi utama di tim Juventus yang sedang terpuruk tidak seharusnya menjadi solusi instan bagi masalah besar di Elland Road. Farke telah menghabiskan waktu berbulan-bulan membangun proyek yang membutuhkan stabilitas. Membawa kiper dengan kepercayaan diri rendah hanya karena pasar pemain terasa terbatas adalah langkah spekulatif yang tersamar sebagai keputusan cerdas. Leeds United memerlukan sosok yang benar-benar pasti untuk memperbaiki kekacauan di musim panas ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.