Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026 Biasanya Kurang Diminati, FIFA Ungkap Alasan Tetap Dipertandingkan
Siti M July 18, 2026 06:35 AM

Grid.ID - Piala Dunia 2026 masih menyisakan satu pertandingan penting bagi Timnas Inggris dan Timnas Perancis. Meski gagal melangkah ke partai final, kedua tim akan saling berhadapan dalam laga perebutan peringkat ketiga yang berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, pada Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Inggris datang ke pertandingan ini setelah kalah tipis 1-2 dari Argentina pada babak semifinal. Sementara itu, Perancis harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2 sehingga gagal menjaga peluang merebut gelar juara dunia.

Mengapa Perebutan Peringkat Ketiga Sering Dianggap Kurang Menarik?

Pertandingan perebutan tempat ketiga kerap dipandang sebagai laga yang minim gengsi. Pasalnya, kedua tim yang tampil baru saja mengalami kekalahan di semifinal sehingga fokus utama untuk menjadi juara telah sirna.

Tak sedikit penggemar sepak bola yang menganggap pertandingan ini hanya menjadi pelengkap sebelum final digelar. Meski demikian, FIFA tetap memasukkan laga tersebut dalam agenda resmi setiap penyelenggaraan Piala Dunia.

Alasan FIFA Tetap Menggelar Perebutan Peringkat Ketiga

FIFA memiliki sejumlah pertimbangan mengapa pertandingan perebutan posisi ketiga masih dipertahankan hingga sekarang.

Pertama, laga ini berfungsi menentukan klasemen akhir turnamen, yakni tim yang menempati posisi ketiga dan keempat secara resmi.

Selain itu, pertandingan tersebut berstatus sebagai laga kompetitif resmi FIFA.

Hasil akhirnya memengaruhi perolehan poin dalam peringkat dunia FIFA sehingga memiliki nilai lebih dibandingkan pertandingan persahabatan.

Tim yang keluar sebagai pemenang juga berhak membawa pulang medali perunggu sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya sepanjang turnamen.

Hadiah Uang Peringkat Ketiga Lebih Besar

Tak hanya soal prestise, perebutan posisi ketiga juga berdampak pada besaran hadiah yang diterima peserta.

Tim yang berhasil finis di peringkat ketiga memperoleh hadiah sebesar 29 juta dolar AS. Sementara tim yang harus puas di posisi keempat menerima 27 juta dolar AS. Dengan selisih mencapai 2 juta dolar AS, pertandingan ini tetap memiliki arti penting, baik dari sisi prestasi maupun finansial.

Sejarah Perebutan Tempat Ketiga di Piala Dunia

Pertandingan perebutan peringkat ketiga pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia 1934, yang merupakan edisi kedua turnamen. Kala itu, Jerman berhasil mengalahkan Austria dengan skor 3-2.

Pada Piala Dunia perdana tahun 1930 belum ada laga perebutan posisi ketiga. Amerika Serikat akhirnya ditetapkan sebagai penghuni peringkat ketiga berdasarkan selisih gol.

Format tersebut kembali tidak digunakan pada Piala Dunia 1950 karena fase akhir kompetisi memakai sistem grup. Namun sejak Piala Dunia 1954, pertandingan perebutan tempat ketiga kembali digelar dan terus menjadi bagian dari format resmi hingga sekarang.

Laga Peringkat Ketiga Pernah Menciptakan Rekor Bersejarah

Meski sering dipandang sebelah mata, pertandingan perebutan tempat ketiga justru melahirkan sejumlah momen bersejarah dalam Piala Dunia.

Salah satunya terjadi pada edisi 2002 ketika penyerang Turkiye, Hakan Sukur, mencetak gol hanya dalam waktu 11 detik ke gawang Korea Selatan. Hingga kini, gol tersebut masih tercatat sebagai gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia.

Rekor lainnya dibukukan legenda Perancis, Just Fontaine, pada Piala Dunia 1958. Ia mencetak empat gol saat membawa timnya mengalahkan Jerman Barat 6-3. Total 13 gol yang dikoleksinya sepanjang turnamen masih menjadi rekor gol terbanyak yang dicetak seorang pemain dalam satu edisi Piala Dunia.

Menjadi Penentu Peraih Golden Boot

Laga perebutan posisi ketiga juga kerap menjadi kesempatan terakhir bagi para penyerang untuk menambah koleksi gol dalam perebutan gelar top skor atau Golden Boot.

Sejumlah pemain yang pernah memastikan status pencetak gol terbanyak melalui pertandingan ini antara lain Eusebio pada 1966, Salvatore Schillaci pada 1990, Davor Suker pada 1998, serta Thomas Muller pada 2010.

Pada Piala Dunia 2026, duel Inggris kontra Perancis juga menjadi panggung terakhir bagi Harry Kane dan Kylian Mbappe untuk memperbesar peluang meraih penghargaan Golden Boot sebelum turnamen resmi berakhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.