Ini Dia Pasangan Weton Sabtu Legi Menurut Primbon Jawa, Benarkah Berjodoh?
Hari Susmayanti July 18, 2026 07:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM – Bagi sebagian besar masyrakat jawa weton masih mengkar kuat dalam budayanya. 

Weton bukan sekadar tanggal lahir biasa, melainkan sebuah cara tradisional untuk membaca karakter, rezeki, hingga kecocokan asmara mereka. 

Salah satu weton yang paling sering membuat orang penasaran adalah Sabtu Legi.

Menurut Primbon Jawa, bagi mereka yang lahir pada Sabtu legi memiliki jumlah neptu 14. 

Angka ini didapat dari gabungan hari Sabtu (9) dan pasarannya Legi (5) yang selanjutnya dijumlahkan.

Neptu tersebut yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk menghitung kecocokan pasangan atau bisa disebut perhitungan jodoh.

Perlu diketahui, hitungan weton ini tidak menentukan hitam putihnya nasib rumah tangga kelak.

Perhitungan ini hanya semata-mata bagian dari warisan Yang Jawa yang diwariskan secara turun temurun.

·         Sabtu Legi dan Senin Legi

Dipercaya memiliki kecocokan yang baik dengan pertanda rezeki, kehidupan yang berkecukupan, dan kehormatan.

·         Sabtu Legi dan Rabu Legi

Dipercaya berpeluang membangun rumah tangga yang harmonis dengan pertanda rezeki dan kedudukan yang baik.

·         Sabtu Legi dan Senin Pahing

Dipercaya memiliki peluang memperoleh rezeki, kehidupan yang berkecukupan, serta kehormatan dalam bermasyarakat.

·         Sabtu Legi dan Sabtu Legi

Dipercaya memiliki kecocokan yang baik. Meski begitu, keduanya perlu saling memahami dan menjaga komunikasi agar hubungan tetap harmonis.

Lalu, Bagaimana Cara Menghitung Ramalan Jodoh Ini? 

170726 Ramalan
Ilustrasi Ramalan Primbon Jawa

Dalam Primbon Jawa, setiap hari memiliki nilai neptu sebagai berikut:

Minggu = 5 
Senin = 4 
Selasa = 3 
Rabu = 7 
Kamis = 8 
Jumat = 6 
Sabtu = 9 
Sementara itu, nilai neptu pasaran terdiri dari:

Kliwon = 8 
Legi = 5 
Pahing = 9 
Pon = 7 
Wage = 4 
 

1.      Ramalan Jodoh Berdasarkan Hari Kelahiran

Menghitung kecocokan jodoh dalam tradisi Jawa ternyata tidak melulu soal neptu weton yang rumit. 

Ada cara lain yang tak kalah populer dalam Primbon Jawa, yaitu cukup dengan melihat hari kelahiran Anda dan pasangan. 

Lewat metode ini, kita bisa mengintip sedikit dinamika dan gambaran kehidupan rumah tangga yang akan diarungi setelah menikah nanti.

Setiap kombinasi hari punya ceritanya sendiri. Yuk, simak gambarannya berikut ini:

Sabtu dan Minggu: Pasangan ini bakal punya kehidupan rumah tangga yang dinamis dan penuh energi. 
Biar hubungan tetap awet dan harmonis, kuncinya cuma satu: masing-masing harus menurunkan ego dan saling mengalah.

Sabtu dan Senin: Berbahagialah untuk pasangan ini, karena jalan rezekinya diprediksi lapang.
Rumah tangga diyakini bakal selalu berkecukupan dan jauh dari rasa kekurangan.

  • Sabtu dan Selasa: Karakter keduanya yang sama-sama gigih membuat mereka jadi tim yang solid. 
    Rezeki dan kesuksesan dalam rumah tangga akan lahir dari kerja keras serta perjuangan bersama.
  • Sabtu dan Rabu: Hubungan ini membawa berkah tersendiri. 
    Pasangan ini dipercaya bakal dihormati, punya wibawa yang baik, dan dipandang positif di lingkungan keluarga maupun sosial.
  • Sabtu dan Kamis: Menjanjikan suasana rumah tangga yang adem dan tenang. 
    Keduanya tipe pasangan yang saling mendukung dan selalu bijak dalam mencari jalan keluar saat menghadapi masalah.
  • Sabtu dan Jumat: Ini dia kombinasi yang penuh kehangatan. 
    Pernikahan diprediksi berjalan harmonis, penuh kasih sayang, dan selalu dinaungi keberkahan.
  • Sabtu dan Sabtu: Karena sama-sama punya prinsip yang teguh dan karakter yang kuat, hubungan bisa jadi sangat kokoh kalau sudah saling paham. 
    Namun hati-hati, jika sama-sama keras kepala, perbedaan pendapat yang kecil pun bisa memicu pertengkaran.

2.      Ramalan Jodoh Berdasarkan Neptu Pembagi 4

Dalam Primbon Jawa, ramalan jodoh juga dapat dihitung menggunakan neptu pembagi 4. 

Caranya, jumlahkan terlebih dahulu neptu kedua pasangan, kemudian bagi hasilnya dengan angka 4. Apabila hasil pembagian tidak memiliki sisa, maka dianggap sebagai sisa 4.

Hasil sisa pembagian tersebut dipercaya memiliki makna yang berbeda, yaitu:

  • Sisa 1: Lara
    Dipercaya menjadi pertanda adanya cobaan berupa penyakit atau gangguan kesehatan dalam rumah tangga. 
  • Sisa 2: Pati
    Dipercaya melambangkan berbagai rintangan atau ujian yang perlu dihadapi pasangan. 
  • Sisa 3: Sri, dipercaya membawa rezeki yang melimpah dan kehidupan rumah tangga yang berkecukupan. 
    Sisa 4 (hasil pembagian tanpa sisa): Lungguh
    Dipercaya melambangkan kedudukan, kehormatan, atau jabatan yang baik.

3.      Ramalan Jodoh Berdasarkan Neptu Pembagi 5

Selain pembagi 4, Primbon Jawa juga mengenal ramalan jodoh berdasarkan neptu pembagi 5. 

Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan neptu kedua pasangan, kemudian membagi hasilnya dengan angka 5. 

Jika hasil pembagian tidak memiliki sisa, maka dianggap sebagai sisa 5.

Hasil sisa pembagian tersebut dipercaya memiliki makna yang berbeda, yaitu:

Sisa 1: Sri
Dipercaya melambangkan rezeki yang melimpah dan kehidupan rumah tangga yang makmur. 

  • Sisa 2: Ratu
    Dipercaya menjadi pertanda pasangan akan dihormati, disegani, dan memiliki kehidupan rumah tangga yang baik. 
  • Sisa 3: Lara
    Dipercaya menunjukkan adanya cobaan berupa penyakit atau gangguan kesehatan dalam rumah tangga. 
  • Sisa 4: Pati
    Dipercaya melambangkan berbagai rintangan atau ujian yang perlu dihadapi pasangan. 
  • Sisa 5 (hasil pembagian tanpa sisa): Lungguh
    Dipercaya menjadi pertanda memperoleh kedudukan, jabatan, atau kehormatan dalam masyarakat.

4.      Ramalan Jodoh Berdasarkan Neptu Pembagi 7 dan 10

170726 wayang
Pewayangan selalu Identik dengan Penokohan Karakter di Dalam Primbon Jawa

Metode lain yang digunakan dalam Primbon Jawa adalah neptu pembagi 7 dan 10. Cara menghitungnya, 

Jumlahkan neptu weton Anda dan pasangan, lalu bagi dengan angka 7 dan 10. Ambil angka sisa pembagian yang nilainya tidak lebih dari 7. 

Jika pembagiannya pas atau tidak memiliki sisa, maka otomatis dihitung sebagai sisa 7.

Hasil sisa pembagian tersebut dipercaya memiliki makna yang berbeda, yaitu:

  • Sisa 1: Wasesa Segara
    Dipercaya melambangkan kehidupan yang berwibawa, berkecukupan, dan mudah memperoleh rezeki. 
  • Sisa 2: Tunggak Semi
    Dipercaya menjadi pertanda rezeki yang terus bertambah dan kehidupan rumah tangga yang berkembang. 
  • Sisa 3: Satriya Wibawa
    Dipercaya melambangkan kemuliaan, kehormatan, dan kedudukan yang baik di tengah keluarga maupun masyarakat. 
  • Sisa 4: Sumur Sinaba
    Dipercaya menjadi sosok yang bijaksana, disegani, dan sering dimintai nasihat. 
  • Sisa 5: Satriya Wirang 
    Dipercaya menjadi pertanda adanya cobaan yang berkaitan dengan nama baik atau kehormatan. 
  • Sisa 6: Bumi Kapethak, 
    Dipercaya melambangkan kehidupan yang diperoleh melalui kerja keras dan ketekunan. 
  • Sisa 7 (hasil pembagian tanpa sisa): Lebu Ketiup Angin
    Dipercaya menjadi pertanda bahwa pasangan perlu lebih berhati-hati karena berpotensi menghadapi berbagai cobaan dalam kehidupan rumah tangga.

5.      Ramalan Jodoh Berdasarkan Neptu Pembagi 9

Dalam Primbon Jawa, neptu pembagi 9 dihitung dengan membagi neptu masing-masing weton menggunakan angka 9. Jika hasil pembagian tidak memiliki sisa, maka dianggap sebagai sisa 9.

Selanjutnya, kombinasi sisa neptu kedua pasangan dicocokkan dengan penafsiran Primbon Jawa untuk mengetahui gambaran kehidupan rumah tangga yang dipercaya akan dijalani pasangan.

Catatan: Ramalan jodoh dalam Primbon Jawa adalah bagian dari tradisi dan warisan budaya yang menarik disimak. 

Hasil hitungannya tentu bukan penentu mutlak, karena kunci keharmonisan rumah tangga yang sesungguhnya tetap kembali pada komunikasi, komitmen, dan rasa saling pengertian antara Anda dan pasangan.

(MG Natasya Aulia)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.