TRIBUNJOGJA.COM – Bagi sebagian besar masyrakat jawa weton masih mengkar kuat dalam budayanya.
Weton bukan sekadar tanggal lahir biasa, melainkan sebuah cara tradisional untuk membaca karakter, rezeki, hingga kecocokan asmara mereka.
Salah satu weton yang paling sering membuat orang penasaran adalah Sabtu Legi.
Menurut Primbon Jawa, bagi mereka yang lahir pada Sabtu legi memiliki jumlah neptu 14.
Angka ini didapat dari gabungan hari Sabtu (9) dan pasarannya Legi (5) yang selanjutnya dijumlahkan.
Neptu tersebut yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk menghitung kecocokan pasangan atau bisa disebut perhitungan jodoh.
Perlu diketahui, hitungan weton ini tidak menentukan hitam putihnya nasib rumah tangga kelak.
Perhitungan ini hanya semata-mata bagian dari warisan Yang Jawa yang diwariskan secara turun temurun.
· Sabtu Legi dan Senin Legi
Dipercaya memiliki kecocokan yang baik dengan pertanda rezeki, kehidupan yang berkecukupan, dan kehormatan.
· Sabtu Legi dan Rabu Legi
Dipercaya berpeluang membangun rumah tangga yang harmonis dengan pertanda rezeki dan kedudukan yang baik.
· Sabtu Legi dan Senin Pahing
Dipercaya memiliki peluang memperoleh rezeki, kehidupan yang berkecukupan, serta kehormatan dalam bermasyarakat.
· Sabtu Legi dan Sabtu Legi
Dipercaya memiliki kecocokan yang baik. Meski begitu, keduanya perlu saling memahami dan menjaga komunikasi agar hubungan tetap harmonis.
Lalu, Bagaimana Cara Menghitung Ramalan Jodoh Ini?
Dalam Primbon Jawa, setiap hari memiliki nilai neptu sebagai berikut:
Minggu = 5
Senin = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jumat = 6
Sabtu = 9
Sementara itu, nilai neptu pasaran terdiri dari:
Kliwon = 8
Legi = 5
Pahing = 9
Pon = 7
Wage = 4
1. Ramalan Jodoh Berdasarkan Hari Kelahiran
Menghitung kecocokan jodoh dalam tradisi Jawa ternyata tidak melulu soal neptu weton yang rumit.
Ada cara lain yang tak kalah populer dalam Primbon Jawa, yaitu cukup dengan melihat hari kelahiran Anda dan pasangan.
Lewat metode ini, kita bisa mengintip sedikit dinamika dan gambaran kehidupan rumah tangga yang akan diarungi setelah menikah nanti.
Setiap kombinasi hari punya ceritanya sendiri. Yuk, simak gambarannya berikut ini:
Sabtu dan Minggu: Pasangan ini bakal punya kehidupan rumah tangga yang dinamis dan penuh energi.
Biar hubungan tetap awet dan harmonis, kuncinya cuma satu: masing-masing harus menurunkan ego dan saling mengalah.
Sabtu dan Senin: Berbahagialah untuk pasangan ini, karena jalan rezekinya diprediksi lapang.
Rumah tangga diyakini bakal selalu berkecukupan dan jauh dari rasa kekurangan.
2. Ramalan Jodoh Berdasarkan Neptu Pembagi 4
Dalam Primbon Jawa, ramalan jodoh juga dapat dihitung menggunakan neptu pembagi 4.
Caranya, jumlahkan terlebih dahulu neptu kedua pasangan, kemudian bagi hasilnya dengan angka 4. Apabila hasil pembagian tidak memiliki sisa, maka dianggap sebagai sisa 4.
Hasil sisa pembagian tersebut dipercaya memiliki makna yang berbeda, yaitu:
3. Ramalan Jodoh Berdasarkan Neptu Pembagi 5
Selain pembagi 4, Primbon Jawa juga mengenal ramalan jodoh berdasarkan neptu pembagi 5.
Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan neptu kedua pasangan, kemudian membagi hasilnya dengan angka 5.
Jika hasil pembagian tidak memiliki sisa, maka dianggap sebagai sisa 5.
Hasil sisa pembagian tersebut dipercaya memiliki makna yang berbeda, yaitu:
Sisa 1: Sri
Dipercaya melambangkan rezeki yang melimpah dan kehidupan rumah tangga yang makmur.
4. Ramalan Jodoh Berdasarkan Neptu Pembagi 7 dan 10
Metode lain yang digunakan dalam Primbon Jawa adalah neptu pembagi 7 dan 10. Cara menghitungnya,
Jumlahkan neptu weton Anda dan pasangan, lalu bagi dengan angka 7 dan 10. Ambil angka sisa pembagian yang nilainya tidak lebih dari 7.
Jika pembagiannya pas atau tidak memiliki sisa, maka otomatis dihitung sebagai sisa 7.
Hasil sisa pembagian tersebut dipercaya memiliki makna yang berbeda, yaitu:
5. Ramalan Jodoh Berdasarkan Neptu Pembagi 9
Dalam Primbon Jawa, neptu pembagi 9 dihitung dengan membagi neptu masing-masing weton menggunakan angka 9. Jika hasil pembagian tidak memiliki sisa, maka dianggap sebagai sisa 9.
Selanjutnya, kombinasi sisa neptu kedua pasangan dicocokkan dengan penafsiran Primbon Jawa untuk mengetahui gambaran kehidupan rumah tangga yang dipercaya akan dijalani pasangan.
Catatan: Ramalan jodoh dalam Primbon Jawa adalah bagian dari tradisi dan warisan budaya yang menarik disimak.
Hasil hitungannya tentu bukan penentu mutlak, karena kunci keharmonisan rumah tangga yang sesungguhnya tetap kembali pada komunikasi, komitmen, dan rasa saling pengertian antara Anda dan pasangan.
(MG Natasya Aulia)