TRIBUNMANADO.CO.ID - Situasi keamanan di Sulawesi Utara kembali menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir.
Mulai dari penahanan seorang dosen Universitas Negeri Manado (Unima) dalam kasus dugaan kekerasan seksual, pengungkapan komplotan pencurian lintas lokasi di Minahasa Tenggara, hingga razia gabungan di kawasan tambang emas Tatelu yang berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam.
Kasus pertama datang dari Polda Sulawesi Utara yang resmi menahan Danny Masinambow, oknum dosen Universitas Negeri Manado (Unima), tersangka dugaan kekerasan seksual terhadap mendiang Evia Maria Mangolo.
Evia merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Unima yang ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di kamar kosnya pada 30 Desember 2025 lalu.
Direktur Ditres PPA dan PPO Polda Sulut, Kombes Pol Nonie Sengkey, mengatakan tersangka telah ditahan sejak 6 Juli 2026 untuk kepentingan penyidikan.
Penahanan sempat tertunda karena kondisi kesehatan tersangka.
Saat ini penyidik sedang merampungkan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. (Selengkapnya KLIK INI)
Sementara itu, di Minahasa Tenggara, Tim Resmob dan Jatanras Polres Mitra berhasil membongkar komplotan pencurian yang beraksi di dua lokasi berbeda di Kecamatan Tombatu Utara.
Tiga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial AJB alias Adit, MP alias Mira, dan JK alias Jire.
Polisi mengungkap, JK bersama seorang rekannya yang masih buron mencuri uang Rp7 juta dan dua telepon genggam dari rumah warga di Desa Tombatu Dua.
Barang hasil curian kemudian dibagi dan ponsel dijual seharga Rp700 ribu.
Di lokasi berbeda, AJB dan MP membobol rumah warga di Desa Kuyanga Satu dengan membawa kabur uang tunai Rp12,6 juta.
Polisi menyebut hasil kejahatan juga langsung dibagi setelah kedua pelaku meninggalkan lokasi.
Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya mengatakan para pelaku berhasil ditangkap setelah penyelidikan.
Sementara Kasat Reskrim AKP Lutfi Arinugraha Pratama memastikan masih ada satu pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
Polisi juga mengungkap kelompok JK diduga telah melakukan pencurian di tiga lokasi berbeda, yakni Desa Tombatu Dua, Molompar, dan Tolombukan. (Selengkapnya KLIK INI)
Di sisi lain, aparat gabungan di Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, menggelar razia di kawasan tambang emas Desa Tatelu sebagai langkah antisipasi meningkatnya gangguan keamanan.
Razia yang melibatkan Polsek Dimembe, pemerintah kecamatan, Koramil, pemerintah desa, dan pengurus Koperasi Batu Emas dilakukan menyusul sejumlah kasus penganiayaan yang dipicu kepemilikan senjata tajam dan konsumsi minuman keras di area pertambangan.
Dalam penyisiran di lokasi tambang, petugas menemukan dan mengamankan berbagai senjata tajam, seperti parang, badik, pisau taji, hingga senjata angin milik para pekerja tambang.
Seluruh barang diamankan dan pemiliknya didata.
Kapolsek Dimembe Ipda Juan Rumbajan mengatakan setelah razia, petugas juga memberikan penyuluhan kepada para pekerja agar tidak membawa senjata tajam maupun mengonsumsi minuman keras selama beraktivitas di kawasan tambang.
Selain itu, tim gabungan merekomendasikan peningkatan patroli terpadu, penguatan koordinasi lintas instansi, sosialisasi hukum, hingga pembentukan mekanisme penyelesaian konflik secara cepat untuk mencegah terulangnya tindak kekerasan di kawasan pertambangan. (Selengkapnya KLIK INI)