TRIBUNNEWS.COM - Setelah cukup lama tidak aktif di media sosial, Giorgio Antonio akhirnya kembali menyapa publik melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Kemunculan kekasih Sarwendah itu langsung menjadi perhatian karena namanya belakangan kerap dikaitkan dengan berbagai isu terkait hubungan mereka.
Lewat video tersebut, Giorgio memanfaatkan momen comeback-nya untuk menyampaikan kabar terbaru sekaligus memberikan klarifikasi atas berbagai rumor yang beredar.
Namun, cara Giorgio menyampaikan klarifikasi justru menjadi sorotan.
Alih-alih menuai respons positif, penggunaan bahasa Inggris dalam video tersebut memicu beragam komentar dari warganet.
Sebagian publik menilai klarifikasi tersebut akan lebih mudah dipahami apabila disampaikan dalam bahasa Indonesia, mengingat sasaran utama pesannya adalah masyarakat Indonesia.
Di tengah ramainya perdebatan itu, mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada ikut memberikan tanggapan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Meski tidak menyebut nama Giorgio Antonio secara langsung, unggahan tersebut dibagikan tak lama setelah video klarifikasi Giorgio beredar.
Dalam unggahannya, Nanda mempertanyakan efektivitas penyampaian klarifikasi di Indonesia dengan menggunakan bahasa Inggris.
Ia kemudian menuliskan pertanyaan yang disebutnya merujuk pada jawaban dari ChatGPT.
"Apakah efektif klarifkasi kasus di Indonesia dengan menggunakan bahasa inggris?, ini kata chat gpt," kata Nanda, dilihat Tribunnews, Sabtu (18/7/2026).
Selanjutnya, Nanda mengunggah penjelasan yang menurutnya menjadi alasan mengapa penggunaan bahasa Inggris dinilai kurang efektif untuk menyampaikan klarifikasi kepada masyarakat Indonesia.
"Secara umum, tidak terlalu efektif jika sasaran utamanya adalah masyarakat Indonesia.
Alasannya: Mayoritas publik Indonesia lebih mudah menerima penjelasan dalam bahasa Indonesia. Klarifikasi yang menggunakan bahasa Inggris berisiko tidak dipahami secara utuh, sehingga orang lebih mengandalkan potongan terjemahan atau opini pihak lain.
Media nasional akan tetap menerjemahkan isi klarifikasi. Dalam proses itu, nuansa atau konteks bisa berubah, dan publik sering hanya membaca kutipan yang paling sensasional," lanjut Nanda Persada.
Sebelumnya, ia juga menyoroti Giorgio tak meminta maaf kepada pemilik nama Ruben Samuel Onsu tersebut.
Pasalnya, Ruben sempat menegur Gio terkait pengasuhan anak.
"Dan aku lihat di situ belum ada ucapan permintaan maaf gitu kan," kata Nanda kepada awak media, Kamis (16/7/2026).
"Ruben sudah bilang soal peranan orang tua, peran orang tua terhadap anak."
"Kan ada satu video tayangan yang Ruben mengimbau untuk yang bersangkutan mengambil peran sesuai dengan porsinya gitu ya," paparnya.
Nama Giorgio Antonio belakangan ikut terseret dalam polemik pasca perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah.
Giorgio Antonio dituding menumpang hidup dan dikritik karena menggunakan fasilitas di rumah Sarwendah.
Imbasnya, Giorgio Antonio ramai disindir Ruben Onsu.
Di tengah berbagai komentar dan spekulasi di sosial media, Giorgio akhirnya buka suara.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya @giorgioantonioc, Rabu (15/7/2026), Gio pun mengungkap alasannya menghilang dari sosial media.
Giorgio mengaku ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama mantan anggota girlband Cherrybelle itu.
Kendati begitu, ia memastikan kondisinya dengan Sarwendah dalam keadaan baik-baik saja.
"Saya ingin semua orang tahu bahwa saya dan Sarwendah dalam keadaan sehat," ucap kekasih Sarwendah ini.
Baca juga: Nanda Persada Sentil Giorgio yang Akhirnya Buka Suara, Soroti Tak Ada Permintaan Maaf ke Ruben Onsu
"Kami juga sedang mengambil jeda dari media sosial supaya bisa menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama," sambungnya.
Tak cuma itu saja, Giorgio Antonio juga meminta kepada seluruh penggemarnya untuk terus mempercayainya.
"Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya ingin mengatakan terima kasih kepada semua Sargio," kata Giorgio.
"Terima kasih sudah mendampingi kami selama setahun terakhir, atas doa-doa kalian, dukungan kalian, dan keyakinan kalian yang tak pernah goyah kepada kami," tambahnya.
(Tribunnews.com, Rinanda/Indah)