TRIBUNSTYLE.COM - Kenaikan harga BBM nonsubsidi tak hanya berdampak pada biaya transportasi, tetapi juga mulai memengaruhi pola pengeluaran masyarakat sehari-hari.
Sejumlah pekerja memilih menekan pengeluaran lain agar tetap bisa menggunakan bahan bakar yang lebih terjangkau.
Kondisi itu dirasakan Prahatama (33), seorang pekerja asal Karanganyar yang setiap hari menggunakan sepeda motor untuk bekerja di Solo.
Ia mengaku kini lebih sering mengantre Pertalite di SPBU Banyuagung sepulang kerja daripada beralih ke Pertamax yang harganya dianggap terlalu tinggi.
Menurut Prahatama, dirinya sengaja mengisi BBM pada sore atau malam hari.
Sebab, jika harus mengantre saat pagi sebelum berangkat kerja, risiko terlambat masuk kantor cukup besar.
"Saya berangkat kerja pagi-pagi, jadi tidak mungkin antre dulu. Kalau antre dan telat, malah kena tegur kantor. Makanya saya pilih isi Pertalite pas pulang kerja," ujarnya saat ditemui di SPBU Banyuagung Solo, Sabtu (18/7/2026).
Prahatama mengaku sempat mencoba menggunakan Pertamax untuk menghindari antrean.
Baca juga: Harga BBM Jumat 17 Juli 2026 di DIY, SPBU Lempuyangan Antre, ASN Jogja Tetap Beli Pertalite: Hemat
Namun setelah menghitung kebutuhan BBM dalam sebulan, ia memutuskan kembali menggunakan Pertalite.
"Kalau Pertamax memang lebih cepat, tapi biaya bensin bulanan naik lumayan. Selisihnya bisa buat kebutuhan lain di rumah. Akhirnya saya pilih tetap antre Pertalite," katanya.
Agar pengeluaran tetap terkendali, Prahatama bahkan mulai mengurangi sejumlah pengeluaran konsumtif seperti membeli kopi dan makan di luar.
"Sekarang lebih sering bawa minum dari rumah. Kalau makan siang juga sebisa mungkin bawa bekal. Uangnya bisa dipakai buat kebutuhan bensin dan kebutuhan rumah tangga," tambahnya.
Pantauan di SPBU Banyuagung Solo menunjukkan antrean kendaraan roda dua di jalur Pertalite masih cukup ramai pada jam pulang kerja.
Banyak pengendara memilih mengisi bahan bakar pada sore hingga malam hari setelah menyelesaikan aktivitas mereka.
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp20.150 per liter
Dexlite: Rp20.550 per liter
Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp15.250 per liter
Dexlite: Rp18.450 per liter
FTZ Batam
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp15.500 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.350 per liter
Dexlite: Rp18.700 per liter
Pertamina Dex: Rp20.100 per liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Biosolar Nonsubsidi: Rp19.600 per liter
Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp20.150 per liter
Dexlite: Rp20.550 per liter
Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Maluku dan Maluku Utara
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua Barat dan Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter.
(TribunStyle.com/Ika Bramasti).