Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Barat (Jakbar) kembali melakukan penghijauan untuk memperluas ruang terbuka hijau (RTH) dengan menanam pohon tabebuya pink pada lahan aset milik Pemerintah Provinsi DKI di RT 008/RW 09, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jumat (17/7).
"Penanaman pohon dilakukan untuk perbanyak ruang terbuka hijau di wilayah Jakarta Barat," kata Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat Dirja Kusuma saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan sasaran kegiatan itu, yakni lahan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa taman, media jalan, bantaran kali, dan tempat pemakaman umum (TPU).
"Jadi, selain menambah ruang hijau, penghijauan ini untuk mengurangi polusi dan menciptakan lingkungan yang asri," ujar Dirja.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar bersama-sama merawat lingkungan.
"Setelah ditanam, kami tugaskan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Tamhut untuk merawat dan menyiram pohon secara rutin agar tumbuh dan berkembang," tutur Dirja.
Sementara itu, Lurah Wijaya Kusuma Fajar Hidayah berharap agar lahan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas kurang lebih 700 meter persegi itu semakin hijau dan ruang terbuka di Jakarta barat terus bertambah.
Sebelumnya, Sudin Tamhut Jakarta Barat telah menanam sebanyak 373 pohon pelindung dan 131.871 tanaman hias di dalam wadah polybag pada semester pertama tahun 2026.
Langkah tersebut dilakukan secara masif sebagai upaya penghijauan sekaligus intervensi atas perubahan iklim di wilayah perkotaan.
Berdasarkan data Laporan Penanaman Triwulan I dan II Sudin Tamhut Jakarta Barat, aktivitas penghijauan itu tersebar secara fluktuatif sejak Januari hingga Juni 2026.
Penanaman untuk estetika kota itu didominasi pada awal tahun dan awal triwulan kedua tahun 2026. Januari menjadi puncak penanaman terbanyak dengan angka 43.823 polybag, disusul dengan April sebanyak 42.614 polybag.
Secara rinci, penanaman pada Februari tercatat sebanyak 17.085 polybag, Maret 8.838 polybag, Mei 19.300 polybag, dan ditutup dengan Juni sebanyak 211 polybag, sehingga total keseluruhan mencapai 131.871 polybag.
Untuk komoditas pohon pelindung, pergerakan penanaman melonjak tajam pada triwulan kedua tahun 2026. Mei menjadi masa tanam produktif paling tinggi dengan realisasi 171 pohon, kemudian April dengan 127 pohon.
Sementara, pada Januari 2026 tercatat 30 pohon yang ditanam, Februari sebanyak 17 pohon, Maret 13 pohon, dan Juni ditutup dengan penanaman 15 pohon, sehingga total keseluruhan pohon pelindung yang ditanam sebanyak 373 pohon.





