Panggung Berjalan Jadi Pembeda Festival Rontek Pacitan 2026, Warga Antusias Menyaksikan
Titis Jati Permata July 18, 2026 11:32 AM

 

SURYA.co.id, PONOROGO - Festival Rontek Pacitan (FRP) 2026 Jawa Timur tampil dengan wajah baru.

Untuk pertama kalinya, atraksi rontek tidak lagi hanya tersaji di depan panggung utama, melainkan bergerak menyusuri jalur festival melalui konsep panggung berjalan.

Inovasi ini membuat ribuan penonton bisa menikmati pertunjukan dari berbagai sisi sekaligus menjadi upaya penyelenggara meningkatkan kualitas festival yang telah empat kali berturut-turut masuk agenda Karisma Event Nusantara (KEN).

Pembukaan FRP 2026 ditandai denting kentongan bambu yang dipukul bersama oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), serta tamu dari Kementerian Pariwisata, Jumat (17/7/2026).

Baca juga: Panggung Berjalan Warnai Festival Rontek Pacitan 2026, Catat Jadwalnya

Sebanyak 16 peserta dan satu peserta ekshibisi akan menampilkan pertunjukan kolosal hingga Minggu (19/7/2026).

Penonton Lebih Leluasa Menikmati Atraksi

Pantauan SURYA.co.id, konsep panggung berjalan menjadi pembeda utama Festival Rontek Pacitan tahun ini.

Jika sebelumnya penonton harus berada di sekitar panggung penjurian untuk menyaksikan atraksi secara utuh, kini peserta tetap menampilkan pertunjukan sepanjang lintasan festival.

Perubahan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

"Dulu kalau tidak di panggung yang statis tidak bisa melihat atraksi ronteknya," ungkap salah satu warga, Listianingsih, Jumat (17/7/2026).

Bukan Sekadar Kompetisi

Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah menegaskan Festival Rontek Pacitan bukan hanya ajang perlombaan, melainkan wadah pelestarian budaya sekaligus ruang edukasi dan penguat kebersamaan masyarakat.

"Saya berharap FRP tidak hanya menjadi kebanggan masyarakat Pacitan tapi juga memperkokoh posisinya sebagai salah satu festival unggulan tingkat nasional," ungkap Gagarin kepada SURYA.co.id, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, untuk keempat kalinya Festival Rontek Pacitan kembali masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara.

Hal itu menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan.

"Kita terus berbenah. Agar juga Festival Rontek ini menjadi magnet penyedot wisatawan ke Pacitan. Jadi ke Pacitan tidak hanya menikmati alam yang indah," tambahnya.

Ia mengatakan, wisatawan tidak hanya disuguhi panorama alam, tetapi juga dapat menikmati budaya rontek yang dikemas dalam sebuah festival.

Rontek sendiri merupakan tradisi yang lahir dan berkembang dari masyarakat Pacitan.

Hasil Evaluasi Tahun Sebelumnya

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Pacitan, Munirul Ichwan, mengatakan konsep panggung berjalan diterapkan berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan tahun lalu serta masukan dari masyarakat.

"Atas hasil evaluasi tahun 2025 dan juga masukan dari masyarakat, maka untuk tahun ini mulai dari SMP 2 sampai Penceng menjadi area penjurian," jelas Munirul Ichwan.

Dengan konsep tersebut, peserta tidak hanya menampilkan atraksi di depan pos penjurian, tetapi juga sepanjang jalur yang dilalui sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk menikmati setiap penampilan.

Hari pertama Festival Rontek Pacitan 2026 diawali dengan penampilan ekshibisi rontek gabungan siswa-siswi SMP.

Setelah itu, empat perwakilan kecamatan tampil bergantian, yakni Kecamatan Kebonagung, Tegalombo, Ngadirojo, dan Pacitan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.