- Dosen Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, mengaku mendapat ancaman melalui pesan singkat WhatsApp seusai berkomentar di akun X terkait Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.
Pengakuan itu disampaikan Nabiyla melalui akun X pribadinya pada Kamis (16/7/2026).
Dalam unggahannya, ia mengaku diminta menghapus cuitannya.
Pengirim pesan juga disebut menyertakan data pribadi miliknya.
"Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU, dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya. Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban," tulis Nabiyla.
Ia mengaku bukan satu-satunya orang yang mengalami hal tersebut.
Menurutnya, ancaman serupa juga dialami sejumlah orang yang turut melayangkan kritik terhadap Menteri PU Dody Hanggodo.
Unggahan tersebut muncul setelah Nabiyla merespons cuitan akun @bismillahyuk_ yang membagikan cerita mengenai seorang aparatur sipil negara (ASN) yang disebut mengalami penurunan jabatan dari eselon IIIA menjadi golongan IId di bagian pelatihan teknis.
Penurunan jabatan itu diduga berkaitan dengan perintah Menteri PU Dody Hanggodo.
Kini, Nabiyla telah mengirimkan somasi kepada nomor yang diduga mengirimkan pesan ancaman tersebut.
Ia juga membagikan isi somasi itu secara terbuka melalui akun X miliknya pada Jumat (17/7/2026) agar dapat dijadikan rujukan bagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa.
Langkah Nabiyla mengirimkan somasi pun menuai perhatian publik.
Salah satu respons datang dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Ia mengapresiasi langkah Nabiyla yang dinilai tidak membiarkan penyimpangan demokrasi terjadi.
"Sebuah langkah balik yg tepat, juga contoh nyata sikap tidak membiarkan setiap usaha penyimpangan demokrasi berlalu begitu saja tanpa ditangkal. Semoga bisa jadi kesadaran bagi semua. Hormat utk bu dosen!" tulis Anies Baswedan.
Hingga saat ini, Menteri PU Dody Hanggodo belum memberikan komentar terkait persoalan tersebut.