TRIBUNBATAM.id, LUBUKLINGGAU - Seorang pria ditangkap polisi setelah terbukti melakukan pembakaran rumah mertuanya.
Tidak hanya rumah mertuanya yang terbakar, 11 bangunan lainnya ikut ludes dilalap api akibat perbuatan pria tersebut.
Dia adalah M Syarif Elvirian, nekat membakar rumah orangtua istrinya karena tidak mau digugat cerai.
Dari hasil pemeriskaan polisi, ternyata M Syarif Elvirian positif menggunakan narkoba.
Tidak hanya itu, sebelum melakukan aksinya. DIketahui M Syarif Elvirian sempat melakukan KDRT kepada sang istri.
Fakta baru terungkap dalam kasus kebakaran yang menghanguskan 11 bangunan di RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
M Syarif Elvirian, pria yang diduga membakar rumah mertuanya hingga api merembet ke rumah warga, ternyata positif mengonsumsi narkoba.
Hal tersebut diketahui setelah polisi melakukan tes urine terhadap pelaku usai diamankan beberapa jam setelah kejadian.
Akibat perbuatannya pelaku sudah dijebloskan ke penjara Polres Lubuklinggau.
Dalam peristiwa kebakaran ini 8 rumah dan 3 bangunan ludes terbakar, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan informasi dihimpun kejadian bermula beberapa waktu pelaku dan istrinya ribut rumah tangga hingga memicu pelaku menganiaya istrinya hingga masuk rumah sakit.
Pasca kejadian itu korban berencana menggugat cerai pelaku, rencana korban pun diketahui pelaku hingga akhirnya pelaku membakar rumahnya dengan bensin.
Setelah membakar rumah mertuanya itu pelaku kabur melarikan diri, selang beberapa jam kemudian pelaku berhasil ditangkap tim gabungan Polres Lubuklinggau.
Ketua RT 04 Kelurahan Jawa Kanan SS, Ali Lukman, saat diwawancarai awak media mengatakan, sebelum kebakaran terjadi diduga telah terjadi perselisihan rumah tangga antara seorang pria bernama Syarif dengan istrinya, Wulan.
Menurut Ali Lukman, sekitar empat hari sebelum kejadian keduanya sempat terlibat pertengkaran. Kemudian pada Jumat sore sekitar pukul 17.30 WIB, Sarip datang ke rumah tersebut dan diduga menendang atau menobrak pintu rumah.
"Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa rumah diduga dibakar menggunakan bensin oleh Sarip. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian," ujar Ali Lukman.
Kemudian api langsung membesar menghanguskan isi rumah dan langsung membumbung tinggi.
Padatnya lokasi kejadian membuat api cepat menjalar ke rumah warga lainnya hingga menghanguskan 11 rumah warga.
Padatnya lokasi dan susahnya akses masuk ke rumah warga membuat proses pemadaman sulit dilakukan.
Api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 21.00 Wib oleh 5 mobil pemadam kebakaran dan satu mobil watercanon Polres Lubuklinggau.
"Api pertama terlibat dari rumah Syarif dan Ulan, lali langsung membesar karena rumah lainnya," ungkap Dian warga setempat pada wartawan.
Dian mengatakan beruntung saat kejadian ramai warga, sehingga warga yang sudah berada dalam rumah langsung berhamburan keluar menyalamatkan diri.
"Beruntung bisa menyelamatkan diri dulu, kalau barang-barang semuanya habis terbakar," ungkapnya.
Camat Lubuklinggau Timur II, Fitrianto R menyampaikan proses pemadaman sempat terkendala karena lokasi padat penduduk bersebelahan dengan rel kereta api.
"Kendala jalan sempit mobil damkar susah masuk dan dekat pasar, masyarakat ramai menonton sehingga proses sempat terkendala," kata Dodon sapaan akrabnya.
Untuk jumlah materi kerugian belum bisa dipastikan karena saat ini lurah masih melakukan pendataan, beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.
Kemudian untuk para korban saat ini sudah mengungsi sementara kerumah para tetangga dan keluarganya yang lain.
"Korban jiwa tidak, rumah terbakar laporan lapangan antara 6-11 rumah, untuk kepala keluarganya sampai 10 orang, tapi ini sementara," ungkapnya.