Mau Beli Motor Bekas? Kenali 5 Ciri Mesin yang Sudah Banyak Kerak Sebelum Menyesal
Abd Rahman July 18, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Membeli motor bekas tidak cukup hanya melihat tampilan bodi atau kondisi ban. Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah kondisi mesin, termasuk kemungkinan adanya penumpukan kerak karbon di ruang bakar.

Kerak karbon memang tidak bisa dilihat secara langsung karena berada di dalam mesin. Namun, menurut mekanik, ada sejumlah gejala yang bisa menjadi tanda bahwa mesin motor sudah dipenuhi endapan kerak.

Mekanik R59 Racing, Suryo, mengatakan salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah munculnya suara ngelitik atau knocking saat mesin bekerja.

Baca juga: Siswa Kelas 11 Wajib Cek! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Halaman 98-99 tentang Teks Ceramah

Baca juga: Pemilik Salat Subuh, Toko Bangunan di Polman Ludes Terbakar Diduga akibat Korsleting

"Yang paling sering terjadi adalah munculnya gejala ngelitik atau knocking di mesin," kata Suryo, yang akrab disapa Mas Yo.

Ia menjelaskan, suara tersebut muncul akibat proses pembakaran di ruang bakar tidak berlangsung normal.

Penumpukan kerak karbon yang telah mengeras dapat menyimpan panas dan memicu pembakaran lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Akibatnya, proses pembakaran menjadi tidak sempurna dan memengaruhi performa mesin.

Menurut Mas Yo, kondisi tersebut biasanya membuat tarikan motor terasa lebih berat dibandingkan kondisi normal.

Selain itu, konsumsi bahan bakar juga cenderung menjadi lebih boros.

"Pembakarannya enggak bagus, efeknya tentu tarikan mesin jadi terasa berat dan bensinnya boros," ujarnya.
Bukan hanya di ruang bakar, kerak karbon juga kerap menumpuk pada saluran masuk udara (intake).

Jika endapan sudah terlalu banyak, aliran udara menuju ruang bakar menjadi terhambat.

Padahal, suplai udara yang cukup sangat dibutuhkan agar proses pembakaran berlangsung optimal.

"Jadi udara yang masuk tidak sesuai karena terhambat," jelasnya.
Mas Yo menuturkan, penumpukan kerak karbon umumnya disebabkan minimnya perawatan kendaraan.

Motor yang jarang diservis atau terlambat mengganti oli lebih berisiko mengalami penumpukan kerak di dalam mesin.

Karena itu, pembeli motor bekas perlu lebih teliti sebelum memutuskan bertransaksi.

Pasalnya, riwayat perawatan kendaraan dari pemilik sebelumnya sering kali tidak diketahui secara pasti.

"Karena kita kan tidak tahu juga kalau motor bekas itu pemilik sebelumnya seperti apa," katanya.
Jika setelah membeli motor bekas muncul gejala seperti suara ngelitik, tarikan terasa berat, atau konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, pemilik disarankan segera membawa kendaraan ke bengkel terpercaya untuk dilakukan pemeriksaan dan pembersihan kerak karbon. 

Dengan begitu, performa mesin dapat kembali optimal sekaligus mencegah kerusakan yang lebih serius di kemudian hari.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.