Musda II Kerukunan Keluarga Kei Digelar, Bupati Teluk Bintuni Serukan Persatuan
Roifah Dzatu Azmah July 18, 2026 01:44 PM

Laporan jurnalis TribunPapuaBarat.com, Syahrul S Refideso

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Kerukunan Keluarga Kei (K3TB) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II di Aula Kantor KPU Teluk Bintuni, Jalan Tisay, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Ketua Kerukunan Keluarga Kei Provinsi Papua Barat Robert Hamar, Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni Yasman Yasir, anggota DPR Papua Barat Erwin Nawawi dan Saleh Siknun, unsur Kodim 1806/Teluk Bintuni, Polres Teluk Bintuni, anggota DPRK Teluk Bintuni, Ketua KPU Teluk Bintuni Muh. Memet Al Fajri, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Kerukunan Keluarga Kei.

Ketua Kerukunan Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni, Stefanus Balubun, mengatakan Musda II merupakan forum tertinggi organisasi untuk melakukan evaluasi kepengurusan sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan.

Ia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang terus berkembang sejak berdiri dan mampu menjaga persatuan masyarakat Kei di Teluk Bintuni.

"Kami bersyukur hingga saat ini Kerukunan Keluarga Kei di Teluk Bintuni tetap solid dan mampu menjaga keharmonisan, baik di internal keluarga Kei maupun dengan seluruh masyarakat serta tujuh suku asli yang ada di Negeri Sisar Matiti," ujarnya.

Baca juga: Bupati Teluk Bintuni Raih Penghargaan IPSEA 2026, Diakui sebagai Pemimpin Daerah Terbaik

Stefanus menjelaskan, selama masa kepengurusannya berbagai capaian berhasil diwujudkan, di antaranya memperkuat struktur organisasi hingga ke distrik, membentuk organisasi sayap berupa Ikatan Perempuan Kei dan Ikatan Pemuda Kei, serta membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah dan berbagai paguyuban.

Menurutnya, Musda II mengusung tema "Mempererat Tali Persaudaraan Keluarga Kei Menuju Teluk Bintuni yang Serasi" dengan semangat falsafah Ain Ni Ain, yang bermakna seluruh masyarakat Kei adalah satu keluarga.

Ia juga mengajak seluruh warga Kei meninggalkan perbedaan politik dan bersatu mendukung kepengurusan baru demi kemajuan organisasi dan pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni.

Sementara itu, Ketua K3TB Provinsi Papua Barat, Robert Hamar, menegaskan bahwa falsafah Ain Ni Ain harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi slogan.

Menurutnya, nilai tersebut mengajarkan bahwa seluruh orang Kei berasal dari satu keturunan sehingga harus saling menghormati, saling membantu, dan menjaga persatuan.

Baca juga: Berbekal Laporan Warga, Polisi Tangkap 3 Terduga Pelaku Curanmor di Kaimana

Robert juga mengingatkan masyarakat Kei yang hidup di Teluk Bintuni agar selalu menghormati masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat serta terus membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah.

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita hidup di Tanah Sisar Matiti, maka sudah menjadi kewajiban kita menghormati masyarakat adat dan bersama-sama membangun Teluk Bintuni," katanya.

Ia berharap siapa pun yang terpilih sebagai ketua mampu merangkul seluruh warga Kei sehingga organisasi semakin solid setelah Musda.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy secara resmi membuka Musda II Kerukunan Keluarga Kei.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan Musda merupakan forum strategis untuk mengevaluasi organisasi, menyusun program kerja, sekaligus memilih pemimpin yang amanah, visioner, dan mampu menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat.

"Saya berharap kepengurusan yang terpilih nantinya mampu merangkul seluruh keluarga besar Kei, membina generasi muda agar tetap mencintai budaya dan nilai-nilai luhur, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, maju, dan berbudaya," ujar Yohanis.

Bupati juga mengajak seluruh warga Kei untuk terus mengamalkan falsafah Ain Ni Ain sebagai semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan Teluk Bintuni.

Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik telah berakhir dan kini saatnya seluruh elemen masyarakat kembali bersatu membangun daerah.

"Politik sudah selesai. Mari kita kembali menjadi satu keluarga besar, hidup rukun bersama tujuh suku asli di Teluk Bintuni, saling menghormati, saling menopang, dan bersama-sama mewujudkan Teluk Bintuni yang maju, sejahtera, dan berbudaya," tutup Bupati sebelum secara resmi membuka Musda II Kerukunan Keluarga Kei Kabupaten Teluk Bintuni. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.