Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua raksasa sepak bola Eropa, Prancis dan Inggris, di Stadion Hard Rock, Florida, Amerika Serikat, Minggu (18/7/2026) dini hari WIB.
Meski sarat gengsi, laga ini dinilai berpotensi hanya menjadi pertandingan formalitas karena kedua tim gagal melangkah ke partai final.
Duel Prancis kontra Inggris bukanlah pertemuan biasa.
Kedua tim memiliki sejarah persaingan panjang dengan lebih dari 30 kali bentrok di berbagai ajang internasional.
• Promosi ke Liga 3 Nasional, PSN Ngada Bersiap Tanpa Lazarus Sinim
Inggris masih unggul secara head to head dengan 17 kemenangan, sementara Prancis mengoleksi 10 kemenangan.
Sejumlah pertandingan lainnya berakhir imbang, termasuk di turnamen-turnamen besar.
Pada perempat final Piala Dunia 2022, Prancis sukses mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.
Les Bleus menang berkat gol Aurelien Tchouameni dan Olivier Giroud, sedangkan The Three Lions hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui penalti Harry Kane.
Di ajang Piala Eropa, Prancis juga memiliki catatan positif.
Les Bleus menang 2-1 pada Euro 2004, sementara pertemuan di Euro 2012 dan Euro 1992 sama-sama berakhir imbang.
Pelatih PSN Ngada, Kletus Gabhe, menilai laga perebutan peringkat ketiga kali ini kemungkinan tidak akan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Menurutnya, baik Prancis maupun Inggris diperkirakan akan menurunkan sejumlah pemain yang selama ini minim mendapatkan kesempatan bermain.
"Saya yakin motivasi kedua tim tidak terlalu tinggi. Mereka mungkin banyak melakukan perubahan dalam line-up untuk memberikan waktu bermain kepada pemain-pemain yang selama ini jarang tampil, termasuk N'Golo Kanté yang belum memiliki menit bermain di Piala Dunia 2026," ujar Kletus Gabhe, Sabtu (18/7/2026).
Meski memprediksi pertandingan berlangsung lebih santai, Kletus tetap meyakini Inggris memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan kemenangan.
Menurutnya, skuad asuhan Thomas Tuchel menunjukkan perkembangan yang sangat baik sepanjang Piala Dunia 2026.
Kletus menilai, mantan pelatih Chelsea itu bakal mampu menghadirkan perubahan signifikan melalui sejumlah keputusan berani yang membawa Inggris menembus babak semifinal.
Kletus secara khusus menyoroti laga semifinal Inggris melawan Argentina.
Saat unggul 1-0, Tuchel dihadapkan pada pilihan sulit antara tetap bermain menyerang atau mengamankan keunggulan.
"Akhirnya dia memilih bermain bertahan. Hanya saja saya agak kritis karena dia menginstruksikan para pemain bertahan terlalu dalam. Akibatnya mereka terus mendapat tekanan. Itu mungkin menjadi salah satu kekurangannya," beber Kletus.
Meski demikian, Kletus menilai pengalaman dan kualitas pemain yang dimiliki The Three Lions masih cukup untuk mengatasi perlawanan Prancis dalam perebutan posisi ketiga.
Ia pun optimistis Inggris mampu menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan sekaligus membawa pulang predikat sebagai tim peringkat ketiga dunia. (Bet)