Jembatan Desa Sidodadi Garum Blitar Rawan Ambrol, Truk Muatan Pasir Dilarang Lewat di Lokasi
Rendy Nicko July 18, 2026 01:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Badan jembatan jalan umum Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, rawan ambrol. 

Warga menutup bagian jembatan yang rawan ambrol agar tidak membahayakan pengendara yang melintas di lokasi.

Pantauan di lokasi, Sabtu (18/7/2026) pukul 11.00 WIB, bagian badan jembatan yang rawan ambrol lebih dari separuh lebar jembatan. 

Kondisi badan jembatan sudah ambles atau turun sekitar 20 cm dari permukaan jalan. 

Bagian jembatan yang ambles diberi tanda bambu dan karung agar pengendara tidak melintas di lokasi. 

Warga mengatur arus lalu lintas di lokasi dengan sistem buka tutup.

Warga setempat, Hadi Isnanto mengatakan, jembatan mulai retak-retak sekitar dua minggu lalu. 

Sekitar empat hari lalu, kondisi keretakan jembatan semakin parah dan membahayakan pengendara.

"Awalnya hanya retak-retak kecil, sekitar empat hari ini kondisinya tambah parah. Badan jembatan ambles dan pondasinya rawan ambrol," kata Hadi. 

Dikatakannya, warga berinisiatif menutup bagian jembatan yang ambles agar tidak membahayakan pengendara. 

Truk muatan juga dilarang melintas karena jembatan rawan ambrol. 

Arus lalu lintas di lokasi juga diatur dengan sistem buka tutup. 

Warga secara swadaya mengatur kendaraan yang melintas di jembatan secara bergantian.

"Jembatan sudah tidak bisa dilewati truk muatan. Kendaraan yang boleh lewat sepeda motor, mobil, dan pikap," ujarnya.

Jalur Truk Muatan Pasir

Menurut Hadi, jalan di lokasi menjadi jalur truk muatan pasir karena lokasinya berdekatan dengan aliran lahar Kali Putih. 

Tiap hari, ratusan truk muatan pasir melintas di jalan tersebut.

Banyaknya truk muatan pasir yang melebihi kapasitas yang melintas di lokasi membuat jembatan cepat rusak. 

"Sekitar empat tahun lalu, jembatan ini pernah diperbaiki. Sekarang sudah rusak lagi. Karena sering dilewati truk muatan pasir yang over kapasitas," katanya. 

Selain itu, katanya, jalan itu juga jalur ramai kendaraan yang menjadi jalur alternatif ke arah Batu maupun Kediri. 

Kendaraan dari Blitar yang hendak ke Batu bisa lewat jalur itu menuju ke Wlingi lalu ke arah Ngantang Malang. 

Sebaliknya, pengendara dari Wlingi yang ingin ke Kediri juga bisa lewat jalur itu menuju ke arah Penataran, Nglegok, lalu ke Kediri.

"Di sini jalur ramai kendaraan. Kami berharap jembatan segera diperbaiki," ujarnya.

Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan mengatakan, tim DPUPR sudah mengecek ke lokasi jembatan yang rawan ambrol. 

DPUPR segera memperbaiki jembatan yang rawan ambrol di lokasi.

"Sudah di cek tim PUPR, tinggal menunggu pengerjaan dengan sistem URC. Saat ini, tim URC masih pengerjaan di jembatan Rejoso," katanya. 

Dikatakannya, badan jembatan di lokasi ambles karena kelebihan beban dari kendaraan yang melintas di lokasi. 

Selama ini, jembatan tersebut sering dilewati truk bermuatan berat.

"Badan jembatan retak karena overload beban kendaraan yang sering melintas di lokasi," ujarnya. 

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.