Jembatan Merah Putih di Tosari Pasuruan Terasa Manfaatnya, Warga Tengger Dapat Kemudahan Akses
Luky Setiyawan July 18, 2026 01:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Kehadiran Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Dusun Ketuwon - Dusun Banyu Meneng, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Suku Tengger. 

Infrastruktur yang dibangun melalui program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto itu mampu memperlancar konektivitas antarwilayah.

Selain itu, juga memangkas waktu tempuh warga untuk bersekolah, bekerja, hingga mengangkut hasil pertanian.

Salah satu yang mengapresiasi pembangunan tersebut adalah Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardana. 

Baca juga: Viral Insiden saat Balap Gledekan di Pasuruan, Seorang Anak Alami Luka Parah di Pelipis

Menurutnya, jembatan itu menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menginginkan akses yang lebih aman dan cepat.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah membangun jembatan ini,” kata politisi Partai Gerindra tersebut, Sabtu (18/7/2026) pagi.

Kehadirannya, kata dia, sangat membantu masyarakat, mulai petani yang membawa hasil panen, anak-anak yang berangkat sekolah, hingga warga yang bekerja karena akses lebih mudah.

Wardana menjelaskan, sebelum jembatan itu dibangun, warga yang hendak menuju Dusun Banyu Meneng maupun sebaliknya harus memutar cukup jauh dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. 

Kini, perjalanan yang sebelumnya melelahkan itu dapat ditempuh hanya sekitar 10 menit.

Menurutnya, efisiensi waktu tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. 

Mobilitas menjadi lebih lancar, distribusi hasil pertanian lebih cepat, dan akses pendidikan bagi anak-anak juga semakin mudah.

“Jembatan ini menghubungkan dua dusun yang selama ini terpisahkan medan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena sekarang aktivitas mereka kembali normal tanpa harus memutar jauh,” katanya.

Ia menilai pembangunan infrastruktur di kawasan pegunungan tidak hanya menghadirkan kemudahan transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat. 

Disampaikannya, biaya perjalanan menjadi lebih efisien, sementara akses menuju lahan pertanian dan pusat aktivitas warga semakin terbuka.

Ia menyebut, pembangunan jembatan ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan jembatan di daerah terpencil bukan sekadar proyek fisik.

Bagi Presiden pembangunan itu bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan. 

Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga, terutama anak-anak yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah.

Dengan akses yang lebih aman dan cepat, kesempatan memperoleh pendidikan yang layak semakin terbuka. 

Di sisi lain, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan meningkatnya konektivitas antarwilayah.

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.