TRIBUNNEWS.COM - Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, mulai memberikan gambaran mengenai komposisi skuad final Garuda untuk menghadapi Piala AFF 2026.
Sembilan hari jelang laga pembuka melawan Kamboja, Herdman memastikan akan segera melengkapi daftar 23 pemain dengan menambah satu penjaga gawang.
Selama dua pekan pemusatan latihan di Bali United Training Center, sektor penjaga gawang baru diisi oleh Nadeo Argawinata dan Cahya Supriadi. Penambahan satu kiper lagi dilakukan untuk memenuhi regulasi turnamen sekaligus menjaga kedalaman skuad.
"Saya hanya bisa memilih 23 pemain. Kami juga akan menambahkan penjaga gawang ketiga ke dalam skuad," ungkap John Herdman di Bali United Training Center, pada Sabtu (18/7/2026).
"Selama ini kami berlatih dengan dua kiper, namun kami akan menambah yang ketiga, dan itu adalah bagian dari regulasi," ujar John Herdman.
Meski hanya berstatus sebagai penjaga gawang ketiga, Herdman menegaskan proses pemilihannya tidak dilakukan sembarangan. Pelatih asal Inggris itu mengaku mempertimbangkan faktor karakter pemain serta hubungan baik dengan klub yang menaungi mereka.
Menurut Herdman, tim nasional tidak ingin mengganggu persiapan klub-klub yang tengah menjalani pramusim hanya untuk membawa kiper utama mereka sebagai pelapis di Timnas.
"Ketika memilih penjaga gawang ketiga, penting untuk memastikan orang tersebut memiliki kepribadian yang tepat," ujarnya.
"Selain itu, juga tidak ingin mengambil kiper utama dari sebuah klub jika klub tersebut sangat mengandalkannya, lalu membawanya pergi selama pramusim hanya untuk menjadi kiper ketiga," imbuh Herdman.
Ia menambahkan, sosok penjaga gawang ketiga harus mampu memberikan dukungan kepada dua kiper utama sekaligus menjaga suasana positif di dalam tim.
"Saya rasa penting bagi kami untuk menghormati klub-klub tersebut dan memilih kepribadian yang tepat untuk datang dan mendukung kiper nomor satu dan dua kami," tegasnya.
Baca juga: Harga Tiket Nonton Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026, Laga Kontra Vietnam Lebih Mahal
Selain posisi penjaga gawang, Herdman belum menutup kemungkinan adanya perubahan komposisi pemain sebelum batas akhir pendaftaran skuad.
Namun, ia mengaku puas dengan perkembangan para pemain yang mengikuti pemusatan latihan di Bali.
"Mungkin ada pemain lain yang bergabung dengan kami. Hanya waktu yang akan menjawab. Tapi saya sangat senang dengan grup yang kami miliki di sini. Komitmen dan disiplin mereka sudah berada di level tertinggi," pungkas Herdman.
Di sisi lain, Herdman juga mengaku puas dengan perkembangan Timnas Indonesia selama dua pekan menjalani training camp di Bali United Training Center, Pantai Purnama, Gianyar.
Dalam sesi latihan yang diikuti sekitar 22 pemain, skuad Garuda mulai mematangkan strategi menghadapi tekanan tinggi dari lawan.
Menurutnya, kondisi fisik maupun mental para pemain terus mengalami peningkatan dan chemistry antarpemain mulai terlihat.
"Kami berada dalam kondisi yang sangat, sangat bagus di sini. Kami sangat menikmati proses latihannya," ujar John Herdman sebelum memimpin sesi latihan.
Herdman juga memuji fasilitas latihan yang digunakan Timnas Indonesia. Menurutnya, fasilitas berstandar internasional tersebut sangat membantu tim dalam meningkatkan kualitas permainan.
"Fasilitas di sini kelas satu, tempat yang berkelas dunia. Minggu ini kami fokus pada taktik. Kemarin, kami melihat mereka mulai menyatu dan kompak. Itu hari yang sangat solid," lanjutnya.
Pelatih berusia 51 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya juga telah membentuk kelompok kepemimpinan di dalam skuad agar para pemain senior dapat membantu menjaga kekompakan tim.
"Kami sudah membentuk kelompok kepemimpinan dan mereka memimpin dengan baik. Saya juga merasa chemistry mulai terbangun. Sebagai pelatih, saya sangat senang," tegas Herdman.
Dalam sesi latihan terbaru, fokus utama diberikan pada simulasi menghadapi tekanan tinggi atau high press yang diperkirakan akan menjadi salah satu tantangan di Piala AFF 2026.
"Hari ini fokus utama kami adalah membongkar high press, tentang momen-momen di mana sebuah tim sedang mengejar ketertinggalan dan mereka akan mulai menekan lebih tinggi di area lapangan," jelasnya.
"Kemarin kami melihat taktik high pressing kami sendiri, dan hari ini kami membaliknya (melatih cara keluar dari tekanan,-Red)," sambungnya.
Meski persiapan terus dimatangkan, Herdman menegaskan dirinya tidak ingin para pemain terbebani dengan target hasil akhir turnamen. Ia meminta seluruh anggota tim fokus pada proses perkembangan setiap hari.
"Kami tidak memikirkan tentang turnamennya. Kami tidak memikirkan tentang hasilnya. Kami hanya menekankan bahwa setiap hari kami berkembang dan membaik," tutur Herdman.
"Para pemain benar-benar berkomitmen penuh dan Anda bisa merasakan antusiasme mereka," pungkasnya.