Viral di Aplikasi Threads, Alumni Undip Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Dosen Pembimbing
muh radlis July 18, 2026 01:57 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebuah unggahan di media sosial Threads kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Semarang setelah seorang pengguna aplikasi tersebut yang mengaku alumni Universitas Diponegoro (Undip) mengungkap dugaan pelecehan seksual yang dialaminya saat masih menjadi mahasiswa.

Dikutip tribunjateng.com, Sabtu (18/7/2026), Pemilik akun Threads bernama @bonabon mengaku memberanikan diri berbicara setelah lebih dari satu dekade menyimpan pengalaman tersebut.


Dalam unggahan yang ia rangkum dalam 18 bagian itu, ia mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dosen pembimbing skripsinya yang hanya disebut dengan inisial D.


Korban mengaku merupakan mahasiswa Program Studi Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip angkatan 2010.


Menurut pengakuannya, selama perkuliahan ia kerap mendapat perlakuan yang membuatnya tidak nyaman, mulai dari sindiran hingga perkataan yang merendahkan.


Memasuki masa penyusunan skripsi sekitar tahun 2015, korban mengaku dosen tersebut tercatat sebagai pembimbing tiga.


Peristiwa yang disebut sebagai dugaan pelecehan seksual itu, menurut pengakuannya, terjadi saat ia melakukan bimbingan skripsi di ruang dosen pada sore hari.

Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap di Kudus, Polisi Ungkap Aksi di 11 TKP Termasuk di Pati dan Rembang


Dalam unggahannya, korban mengaku sempat merasa tidak aman karena ruangan dalam keadaan sepi.


Ia kemudian menceritakan bahwa setelah bimbingan selesai, saat berpamitan dengan bersalaman, dosen tersebut diduga menarik kedua lengannya dan berusaha memeluknya.


Dalam unggahan di Threads, korban menuliskan bahwa saat berusaha menolak, dosen tersebut diduga berkata, "Sini cium dulu dong."


Korban mengaku spontan berteriak, "Pak, jangan Pak," sambil berusaha mempertahankan jarak dan melepaskan diri dari pelukan tersebut.


Ia mengaku peristiwa itu membuatnya mengalami trauma berkepanjangan. Bahkan setelah pulang ke kos, ia mengaku menerima pesan singkat (SMS) dari dosen tersebut yang berisi permintaan maaf dan meminta agar kejadian tersebut tidak diceritakan kepada siapa pun.


Korban mengaku selama bertahun-tahun memilih diam karena merasa tidak memiliki kekuatan untuk melawan, terlebih dosen yang disebutnya memegang jabatan penting di lingkungan kampus.


Baru setelah mengunggah kisahnya di Threads, ia mengaku mulai menerima dukungan dari sejumlah pihak.


Bahkan, menurut pengakuannya, ada beberapa orang yang menghubunginya dan mengaku pernah mengalami pengalaman serupa.


Unggahan tersebut pun menuai banyak tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna Threads memberikan dukungan kepada korban, sementara beberapa lainnya mengaku mengetahui sosok dosen yang dimaksud maupun mengaku pernah mengalami pengalaman yang serupa.

 

 


Kasus Lain

Selain cuitan akun @bonabon yang viral di threads, beberapa waktu sebelumnya juga dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus Undip diungkap pemilik akun media sosial X @anythngineed.


"PLIS BANTU VIRALIN, ANOTHER PELAKU KS berkeliaran di Undip. Korbannya udah banyak bgttt. kelakuan dari smp gaperna tobat dibawa bawa sampe kuliah. roy sidabutar, FEB ‘24, Medan, Stosa," tulis akun @anythngineed.


Akun tersebut membeberkan chat cabul yang dikirimkan oleh pelaku. Namun, terduga pelaku juga disebut pernah meminta maaf di salah satu grup. 


Salah satu korban mengungkap perkenalan keduanya dari media sosial. Kala itu awalnya hanya pesan biasa, namun semakin lama menjurus ke arah cabul.


"Setelah itu dia mulai chat ke arah yang tidak pantas," kata korban.


Secara gamblang, korban menyebut terduga pelaku merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undip. Sedangkan para korban dari berbagai fakultas dan jurusan.


"Setahu saya ada kurang lebih 10, tapi pas baca baca komentar dari instagram ternyata korbannya lebih dari itu," tambahnya.


Kasus ini pun telah dilaporkan ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). 


"Korban ada yang sempat lapor ke Satgas PPKS. Namun, hingga saat ini dari pihak satgas belum ada respons atau tindak lanjut yang disampaikan," jelasnya. 


Korban ini mengaku satu kampus sama dengan pelaku. Namun tidak pernah ketemu karena dia selalu menolak ketika diajak ketemu.


Menurutnya, sampai kini masih banyak korban yang mengalami trauma karena kelakuan pelaku. Atas hal itu, mereka berharap kasus itu ditangani secara adil. 


"Kami berharap pelaku mendapatkan sanksi yang sesuai, serta efek jera agar kejadian serupa tidak terulang. Aku juga korban, dan dia nggak ada sama sekali minta maaf," pintanya.


Menanggapi kasus itu, Direktorat Jejaring Media Universitas Diponegoro (Undip) Nurul Hasfi pihak kampus masih melakukan verifikasi terhadap kasus itu. 


"Benar mahasiswa Undip, saat ini, informasi yang diterima masih dalam proses verifikasi melalui mekanisme yang berlaku," kata Nurul.


Menurut Nurul berdasarkan informasi yang ia terima, adanya dugaan tindakan pelecehan tersebut terjadi di luar kegiatan di luar perkuliahan, ada di ranah pribadi.


"Undip tetap menindaklanjuti laporan tersebut secara objektif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap pihak-pihak terkait," lanjutnya. (arl)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.