Potensi Kopi Arabika Papua Pegunungan Meningkat, Jaring Bumi Baliem Dampingi Petani
Roifah Dzatu Azmah July 18, 2026 02:44 PM

Laporan jurnalis TribunPapuaBarat.com, Matius Pilamo Siep

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Potensi pengembangan kopi Arabika di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, terus menunjukkan prospek yang menjanjikan. 

Didukung kondisi geografis dan iklim yang sesuai, kopi Arabika Wamena kini semakin memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu komoditas unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu upaya pengembangan tersebut dilakukan Yayasan Jaring Bumi Baliem (JBB) yang secara swadaya mendampingi para petani lokal di kawasan pinggiran Kali Elokhora, Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Yayasan Jaring Bumi Baliem, Ivensius Alua, mengatakan pengembangan kopi Arabika menjadi salah satu fokus utama lembaganya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis agribisnis lokal.

Menurutnya, kawasan pinggiran Kali Elokhora memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi serta mikroklimat yang sangat mendukung pertumbuhan tanaman kopi Arabika.

Baca juga: Musda II Kerukunan Keluarga Kei Digelar, Bupati Teluk Bintuni Serukan Persatuan

"Kondisi geografis dan iklim di kawasan Kali Elokhora sangat ideal untuk pengembangan kopi Arabika. Karena itu kami terus mendorong masyarakat memanfaatkan potensi tersebut sebagai sumber penghasilan yang berkelanjutan," ujarnya melalui WhatsApp kepada TribunPapuaBarat.com, Sabtu (18/7/2026) 

Ia menjelaskan, saat ini Yayasan Jaring Bumi Baliem mendampingi petani dalam perluasan areal tanam sekaligus meningkatkan produktivitas kebun kopi melalui berbagai program pembinaan.

Yayasan telah menyalurkan 15.000 bibit kopi Arabika untuk ditanam di lahan seluas sekitar 10 hektare dengan jarak tanam 2 x 2 meter.

Selain pembagian bibit, yayasan juga memberikan pendampingan kepada petani mengenai teknik budidaya yang baik, mulai dari perawatan tanaman hingga pemangkasan secara berkala agar produktivitas tanaman tetap terjaga.

"Petani kami dampingi agar memahami teknik pemangkasan dan perawatan tanaman sehingga pertumbuhan pohon tetap seimbang dan menghasilkan buah yang berkualitas," katanya.

Di sektor pascapanen, petani juga diberikan edukasi mengenai teknik pengolahan kopi yang lebih higienis, seperti metode semi-washed maupun full-washed secara tradisional.

Baca juga: Bupati Teluk Bintuni Raih Penghargaan IPSEA 2026, Diakui sebagai Pemimpin Daerah Terbaik

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga cita rasa khas Kopi Wamena yang dikenal memiliki tingkat keasaman rendah (low acidity) dengan aroma floral yang kuat.

Ivensius mengatakan seluruh proses budidaya yang dilakukan masyarakat hingga saat ini masih mempertahankan sistem pertanian organik tanpa menggunakan pupuk kimia.

Menurutnya, aliran Kali Elokhora menyediakan unsur hara alami yang membuat kualitas kopi tetap terjaga dan memiliki daya saing di pasaran.

"Petani tetap mempertahankan budidaya secara organik sehingga kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan bernilai jual tinggi," jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan kopi Arabika di wilayah tersebut.

Salah satunya adalah minimnya regenerasi petani karena sebagian besar kebun kopi masih dikelola oleh generasi tua.

Selain itu, keterbatasan akses transportasi, peralatan pengolahan modern, serta belum tersedianya rumah produksi juga menjadi kendala dalam meningkatkan nilai tambah produk kopi.

Karena itu, Yayasan Jaring Bumi Baliem terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya petani melalui pendampingan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani.

"Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan kopi Arabika sehingga komoditas ini dapat menjadi sumber penghasilan tetap bagi masyarakat di Papua Pegunungan," katanya.

Ia optimistis pengembangan kopi Arabika di kawasan Kali Elokhora dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Kopi Wamena di pasar nasional dan internasional. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.