Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – SMKN 1 Gandapura, Kabupaten Bireuen terus memperkuat upaya meningkatkan kesehatan dan keselamatan peserta didik melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan UPTD Puskesmas Gandapura serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh siswa yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMKN 1 Gandapura dan UPTD Puskesmas Gandapura yang berlangsung di lingkungan sekolah setempat, Jumat (17/7/2026).
Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, SSi, MPd mengatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat sekaligus mendukung pembinaan kesehatan bagi para siswa, khususnya remaja.
Menurutnya, kerja sama yang dibangun tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi dan pembinaan agar siswa memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
"Melalui kerja sama ini kami ingin memastikan seluruh peserta didik memperoleh akses terhadap edukasi kesehatan yang memadai, sehingga mereka dapat belajar dan mengikuti kegiatan praktik dengan kondisi fisik maupun mental yang baik," ujar Feri.
Baca juga: 246 Siswa SMKN 1 Gandapura Ikut PKL di Aceh & Luar Daerah, 5 Orang di Solo
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan sosialisasi kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara berkala bagi warga sekolah, edukasi mengenai layanan kesehatan, serta pengenalan berbagai aplikasi layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan siswa.
Selain itu, Puskesmas Gandapura juga akan memberikan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan penyakit menular, kesehatan reproduksi remaja, hingga upaya pencegahan kenakalan remaja yang dapat berdampak terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Menurut Feri, program tersebut sangat penting mengingat siswa sekolah kejuruan tidak hanya mengikuti kegiatan belajar di kelas, tetapi juga menjalani praktik di laboratorium, bengkel, maupun dunia usaha dan dunia industri yang memerlukan kondisi kesehatan yang prima.
Ia berharap kerja sama tersebut mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
"Ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi peserta didik. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat yang besar bagi masa depan mereka," katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Gandapura, Bukhari, SKM menyatakan, pihaknya siap mendukung seluruh program kesehatan di SMKN 1 Gandapura.
Menurutnya, kolaborasi antara sektor pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan.
Baca juga: Cegah Stunting, Puskesmas Gandapura Cek Kesehatan Puluhan Balita dan Ibu Hamil di Cot Tunong Bireuen
Ia menegaskan, Puskesmas Gandapura akan memberikan pendampingan serta pelayanan kesehatan secara berkelanjutan kepada warga sekolah sesuai dengan program yang telah disepakati bersama.
"Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan. Kami berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik sekaligus meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan," ujarnya.
Selain menjalin kerja sama dengan Puskesmas, SMKN 1 Gandapura juga memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada siswa yang mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Sebanyak 246 siswa yang menjalani PKL di berbagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebelum diberangkatkan ke lokasi praktik.
Pada saat pelepasan peserta PKL beberapa waktu lalu, kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diserahkan langsung kepada para siswa dengan didampingi pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bireuen.
Feri menjelaskan, iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp16.000 per bulan, ditanggung oleh orang tua siswa sebagai bentuk perlindungan selama menjalani kegiatan praktik di dunia kerja.
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah preventif untuk memberikan rasa aman kepada siswa maupun orang tua apabila terjadi risiko kecelakaan kerja selama mengikuti PKL.
Ia menambahkan, lokasi PKL siswa tersebar di berbagai daerah, termasuk di luar Aceh.
Bahkan, lima siswa dari Jurusan Animasi menjalani praktik kerja di Studio Manimanki, Solo, Jawa Tengah.
Dengan adanya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan serta dukungan layanan kesehatan dari Puskesmas Gandapura, pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran maupun praktik kerja dengan lebih aman, sehat, dan percaya diri sehingga mampu meningkatkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.(*)