Makin Unjuk Gigi, Iran Luncurkan Fase ke-11 Operasi Saeqeh Bidik Target Milik Amerika Serikat
Amirullah July 18, 2026 03:38 PM

 

SERAMBINEWS.COM - Konflik membara antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tampaknya masih jauh dari kata usai. Rangkaian serangan saling balas antara kedua kubu terus mewarnai berbagai kawasan di Timur Tengah, bahkan kini dibarengi dengan munculnya ancaman baru terhadap jalur krusial Selat Hormuz.

Aksi saling serang yang kian intensif ini otomatis menggagalkan kesepakatan sementara yang sebelumnya digadang-gadang bisa mengakhiri perang Iran. Jika tidak ada rem diplomasi, situasi pelik ini berpotensi besar menyeret kembali seluruh kawasan ke dalam jurang perang terbuka.

Dalam sengitnya konfrontasi melawan Amerika Serikat, Iran berulang kali menunjukkan 'taringnya', terutama melalui aksi yang mereka sebut sebagai bentuk pembalasan mutlak terhadap AS.

Melihat fenomena ini, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, ikut memberikan analisisnya. Kepada Tribunnews.com, Dian menilai Iran sukses menunjukkan posisinya sebagai salah satu kekuatan terbesar di kawasan Timur Tengah melalui respons militernya yang solid, termasuk dalam perang yang pecah pada Juni dan Februari lalu.

"Sekarang Iran sudah menunjukkan bahwa dia adalah satu kekuatan terbesar di Timur Tengah, dengan perang bulan Juni dan yang bulan Februari kemarin dimulai artinya apa Iran sudah mulai unjuk gigi bahwa yang dilakukan selama ini adalah perencanaan pertahanan," ujarnya kepada Tribunnews.com, saat dikonfirmasi 14 Juli 2026.

Menurut Dian, kelihaian Iran dalam menghadapi konflik luar biasa ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara dadakan atau instan. Ia menilai Negeri Para Mullah tersebut sudah sejak lama mengantisipasi kemungkinan terjadinya perang lewat perencanaan pertahanan yang sangat matang. Alhasil, mereka mampu merespons setiap serangan musuh dengan kilat.

"Untuk menghadapi kemungkinan terjadinya perang ini sudah diantisipasi makanya Iran mengeluarkan bertubi-tubi pembalasan, ingat Iran tidak menyerang lebih dulu tapi diserang. Iran hanya bertahan, nah pertahanan Iran ini menunjukkan Iran bukan hanya bisa bertahan tapi bisa membalas, nah balasan inilah yang pada perang Juni tahun lalu membuat Israel dan Amerika kejut makanya menghentikan secara sepihak serangannya," lanjutnya.

Baca juga: BPBD Aceh Barat: Warga Woyla Timur Diserang Gajah Liar, Tim WRU Dikerahkan ke Lokasi

Secara tidak langsung, Dian menegaskan bahwa serangan balasan dari Iran merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pertahanan yang telah mereka siapkan jauh-jauh hari.

Ia juga menggarisbawahi bahwa Iran tidak pernah memulai konflik, melainkan hanya merespons serangan yang mereka terima. Justru, kemampuan memberikan balasan yang mematikan inilah yang menurutnya menjadi faktor kejutan besar bagi Israel dan Amerika Serikat, hingga akhirnya memaksa mereka menghentikan serangan secara sepihak kala itu.

Iran Luncurkan Fase ke-11 Operasi Saeqeh

Sementara itu di lapangan, militer Iran mengumumkan bahwa mereka telah resmi meluncurkan fase ke-11 dari Operasi Saeqeh. Operasi ini sengaja diaktifkan untuk membidik target-target milik AS, sebagai respons atas serangan yang sebelumnya mengenai infrastruktur sipil mereka.

Tentara Iran dengan tegas menyatakan akan merespons segala bentuk agresi AS dengan cara yang cepat, tegas, serta sebanding.

Mengutip laporan dari Al Mayadeen, Sabtu (18/7/2026), Iran juga melayangkan peringatan keras agar AS tidak main-main, apalagi sampai salah kalkulasi dalam membaca tekad bulat Iran.

"Kesalahan perhitungan apa pun terhadap kehendak rakyat Iran atau kemampuan Angkatan Darat dan Korps Garda Revolusi Islam akan membawa konsekuensi berat bagi musuh AS yang arogan,” ujar Angkatan Darat Iran dalam sebuah pernyataan resmi.

Lebih lanjut, militer Iran membeberkan bahwa operasi teranyar ini melibatkan peluncuran drone serang satu arah jenis Arash. Drone-drone pembunuh tersebut diklaim sukses menargetkan posisi helikopter AS serta pesawat pengintai canggih P-8 yang tengah berada di Pangkalan Al Sakhir, Bahrain.

Menutup pernyataannya, tentara Iran kembali menegaskan komitmennya bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan bakal terus menanggapi setiap serangan, sesuai dengan apa yang mereka definisikan sebagai tindakan musuh.

(Serambinews.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.