Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pembangunan tetap berjalan secara bertahap pada tahun 2026.
Tahun ini, Dinas PUPR Bengkulu Tengah mengalokasikan delapan paket pekerjaan fisik di Bidang Bina Marga dengan total pagu anggaran sekitar Rp 9 miliar.
Paket tersebut terdiri dari tujuh pekerjaan jalan dan satu pekerjaan rehabilitasi jembatan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah, Febrian Fatahillah, ST, MT, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Erfa Ovetri, ST, mengatakan seluruh proses tender untuk paket pekerjaan jalan telah rampung sehingga pelaksanaan fisik mulai dilakukan secara bertahap.
"Untuk pekerjaan tahun ini ada delapan paket, terdiri dari tujuh paket jalan dan satu paket jembatan. Untuk paket pekerjaan jalan proses lelang sudah selesai dan akan segera dimulai," ujar Erfa.
Dari tujuh paket pekerjaan jalan tersebut, sebagian telah memasuki tahap pelaksanaan dengan diawali kegiatan titik nol di lokasi pekerjaan.
Sementara paket lainnya kini masih dalam proses kontrak dan dijadwalkan segera menyusul memasuki tahap pengerjaan fisik.
Tujuj paket pekerjaan jalan tersebut terdiri atas enam paket peningkatan jalan dan satu paket rehabilitasi jalan.
Ruas jalan yang akan ditangani yaitu:
1. Jalan Karang Tinggi–Taba Lagan dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar
2. Jalan Pusat Perkantoran–Renah Lebar sebesar Rp545 juta
3. Jalan Sri Kuncoro–Talang Pauh senilai Rp1,8 miliar
4. Jalan Tanjung Terdana–Harapan Makmur sebesar Rp1,6 miliar
5. Jalan Pondok Kubang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan anggaran Rp858 juta
6. Jalan Bukit–Padang Ulak Tanjung sebesar Rp684 juta.
Selain itu, Dinas PUPR juga melaksanakan satu paket rehabilitasi jalan dengan anggaran sekitar Rp858 juta. Sementara satu paket lainnya merupakan rehabilitasi jembatan yang juga akan dilaksanakan pada tahun ini.
Erfa mengatakan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah meski kondisi fiskal saat ini masih terbatas.
Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
"Dengan kondisi keterbatasan anggaran saat ini, komitmen pembangunan infrastruktur tetap berjalan. Memang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut," katanya.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dinas PUPR Bengkulu Tengah juga terus berupaya membuka peluang pendanaan dari pemerintah pusat.
Berbagai koordinasi dilakukan dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum hingga DPR RI guna memperjuangkan tambahan anggaran pembangunan infrastruktur.
Salah satu program yang diharapkan dapat diperoleh adalah bantuan melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Program tersebut dinilai dapat mempercepat pembangunan jalan maupun jembatan yang menjadi kebutuhan masyarakat di Bengkulu Tengah.
"Kami terus berupaya dan berjuang ke pemerintah pusat agar Kabupaten Bengkulu Tengah mendapatkan bantuan melalui program Inpres Jalan Daerah. Usulan pembangunan jalan maupun jembatan sudah kami sampaikan dan akan terus kami kawal," tutup Erfa. (Adv)