TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Sebanyak 7.800 ton Palm Kernel Expeller (PKE) atau bungkil inti sawit asal Bengkulu dikirim ke Selandia Baru melalui Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.
Pengiriman tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan dengan ekspor PKE sebelumnya yang dilakukan secara rutin dalam volume lebih kecil.
Komoditas tersebut diberangkatkan melalui Pelabuhan Pulau Baai menggunakan kapal laut dengan tujuan awal Pelabuhan Panjang, Provinsi Lampung.
Selanjutnya, PKE akan diekspor menuju Selandia Baru melalui pelabuhan ekspor di Provinsi Lampung untuk memenuhi kebutuhan negara tersebut.
Palm Kernel Expeller (PKE) atau dikenal sebagai Bungkil Inti Sawit (BIS) merupakan produk sampingan bernilai ekonomi tinggi dari proses pengepresan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil).
Komoditas ini kaya akan protein dan serat sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan tambahan bagi ternak untuk mendukung produktivitas sektor peternakan.
Pemeriksaan Karantina
Sebelum dikirim, seluruh PKE telah menjalani pemeriksaan oleh Pejabat Karantina Tumbuhan.
Setelah dinyatakan sehat, aman, dan memenuhi persyaratan ekspor sesuai ketentuan yang berlaku, PKE dimuat ke dalam alat angkut yang telah dipersiapkan sesuai prosedur pengangkutan.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas, keamanan komoditas, dan ketertelusuran, gudang penyimpanan PKE telah ditetapkan sebagai Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT).
Penetapan tersebut menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan telah memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan teknis sebagai lokasi penanganan komoditas tumbuhan yang berada di bawah pengawasan karantina.
Pernyataan Karantina Bengkulu
Kepala Karantina Bengkulu, drh. Betty Fajarwati, M.H., mengatakan ekspor PKE tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap komoditas asal Bengkulu yang telah memenuhi berbagai persyaratan ekspor.
"Pengiriman 7.800 ton PKE ini adalah yang terbesar dan kesekian kali setelah sebelumnya dikirim secara rutin dalam volume yang lebih sedikit. Ini menunjukkan bahwa komoditas asal Bengkulu memiliki daya saing yang baik di pasar global," ujarnya, dikutip dari Instagram Karantina Bengkulu.
Menurut Betty, Karantina Bengkulu akan terus memberikan pelayanan karantina yang profesional, cepat, dan akuntabel guna mendukung kelancaran ekspor sekaligus meningkatkan daya saing komoditas Bengkulu di pasar global.