Dialog dengan Taj Yasin, Mahasiswa KKN UIN Saizu Diminta Kawal Data Kemiskinan dan Potensi Desa
abduh imanulhaq July 18, 2026 04:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Momentum pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu Purwokerto menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa didorong menjadi mitra strategis pemerintah untuk mengawal data kemiskinan sekaligus mengembangkan potensi desa selama menjalankan program pengabdian.

Dialog berlangsung di depan Gedung Rektorat UIN Saizu, Rabu (15/7/2026), usai prosesi pelepasan 2.336 mahasiswa KKN Berdampak Angkatan ke-58.

Taj Yasin menyapa para peserta mulai pukul 16.00 WIB dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang diperkirakan dihadapi mahasiswa di lokasi pengabdian, mulai dari kemiskinan, pengembangan UMKM hingga sektor pendidikan.

Menurut Taj Yasin, kehadiran mahasiswa KKN dapat membantu pemerintah memperoleh data yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat, khususnya data kemiskinan yang menjadi dasar penyusunan berbagai program bantuan.

"Kami dibantu mahasiswa KKN untuk pendampingan. Data-data kemiskinan ini yang perlu dikawal. Dengan adanya KKN, kami akan lebih tahu lagi apakah data-data itu sudah benar atau tidak," ujarnya.

Ia menambahkan, setiap temuan mahasiswa di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa agar berbagai persoalan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Salah satu mahasiswa yang berdialog adalah Muhammad Zulfan Azmi dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), anggota Kelompok 09 yang akan melaksanakan KKN di Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

Dalam kesempatan itu, Zulfan memperkenalkan potensi unggulan desa berupa kopi, durian, kelapa, dan alpukat.

Zulfan juga menanyakan peluang dukungan pemerintah terhadap pengembangan potensi desa melalui kolaborasi bersama mahasiswa.

"Mahasiswa saat ini menjadi mitra strategis pemerintah. Apakah nantinya pemerintah dapat memberikan dukungan, baik melalui program CSR maupun bentuk pendanaan lainnya untuk mendukung pengembangan potensi desa?" tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Taj Yasin mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga berupaya menggali dan mengembangkan potensi desa.

"Baik, siap. Kalian coba buktikan dulu programnya. Lalu hubungi saya jika memang ada yang perlu kita dorong. Kami siap memfasilitasi," jawabnya.

Dialog juga dimanfaatkan Anggi Fatika Rosidi, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang akan menjalankan KKN di Desa Berta, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.

Ia menjelaskan kelompoknya akan mendampingi pengembangan UMKM anyaman bambu berupa besek, sektor pertanian, serta menjalankan program untuk menekan angka putus sekolah.

"Kami ingin mendorong lagi supaya anak-anak mau bersekolah dan melanjutkan pendidikannya sampai jenjang yang lebih tinggi," ujar Anggi.

Program tersebut mendapat dukungan dari Taj Yasin.

Selain itu, Wakil Gubernur juga memperkenalkan sejumlah program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dapat disinergikan dengan kegiatan mahasiswa, seperti pemanfaatan minyak jelantah menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Mahasiswa juga didorong memetakan potensi ekonomi desa agar pemerintah dapat memberikan pendampingan, mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, peningkatan kualitas produk, hingga pemasaran UMKM.

Dialog tersebut turut diikuti mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Annuqayah yang tergabung dalam program KKN Kolaborasi.

Pada KKN Berdampak Angkatan ke-58, UIN Saizu memberangkatkan 2.336 mahasiswa. Sebanyak 1.790 mahasiswa ditempatkan di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, sedangkan 446 mahasiswa melaksanakan KKN di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Program yang berlangsung selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026, juga melibatkan 131 mahasiswa kolaborasi dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui dialog bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut, mahasiswa KKN UIN Saizu memperoleh dukungan sekaligus motivasi untuk menghadirkan program-program yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan berbasis potensi lokal serta menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi desa-desa lokasi KKN. (***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.