Ketiban Untung Nobar Piala Dunia 2026, Kedai Kopi di Karanganyar Raup Omzet hingga Dua Kali Lipat
Vincentius Jyestha Candraditya July 18, 2026 05:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Gelaran nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 membawa berkah bagi pelaku usaha kuliner di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Salah satunya Coffee Flow di kawasan selatan Gedung Wanita Karanganyar yang mencatat lonjakan penjualan hingga dua kali lipat selama menggelar nobar pertandingan.

NOBAR - Suasana lokasi nobar Piala Dunia di Kabupaten Karanganyar di kedai kopi Coffee Flow Kelurahan Jungke Kabupaten Karanganyar, beberapa waktu lalu. Warga yang ingin menyaksikan perebutan tempat ketiga dan final Piala Dunia 2026 bersama-sama dapat mengikuti nobar di lokasi tersebut.
NOBAR - Suasana lokasi nobar Piala Dunia di Kabupaten Karanganyar di kedai kopi Coffee Flow Kelurahan Jungke Kabupaten Karanganyar, beberapa waktu lalu. Warga yang ingin menyaksikan perebutan tempat ketiga dan final Piala Dunia 2026 bersama-sama dapat mengikuti nobar di lokasi tersebut. (TribunSolo.com/Istimewa)

Melihat antusiasme pengunjung, pemilik kedai bahkan berencana menjadikan kegiatan nobar sebagai agenda rutin untuk berbagai ajang olahraga maupun turnamen gim setelah Piala Dunia usai.

Pemilik Coffee Flow, Muhammad Ardiansyah (25), mengatakan sejak kedainya berdiri sekitar dua bulan lalu, penjualan meningkat signifikan setiap kali mengadakan nobar Piala Dunia 2026.

"Dampak dari nobar Piala Dunia ini terasa, banyak yang datang ke sini untuk nobar dan sambil beli dagangan saya," kata Ardiansyah saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (18/7/2026).

Penjualan Meningkat Hingga Hampir 100 Gelas 

Ia menjelaskan, pada hari biasa kedainya hanya mampu menjual sekitar 30 hingga 40 gelas minuman.

Namun saat nobar berlangsung, jumlah penjualan melonjak hingga hampir 100 gelas, disertai meningkatnya pembelian aneka makanan ringan.

Coffee Flow menawarkan beragam menu dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp18.000.

Pilihannya meliputi Americano, Coffee Brown Sugar, Butterscotch Coffee, Dirty Latte, cokelat, teh, hingga berbagai camilan.

Baca juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Karanganyar Sudah Kantongi Izin, Pastikan Tak Ganggu Lalu Lintas

"Alhamdulillah, hari biasa paling 30 sampai 40 cup, kalau ada nobar, hampir 100 cup bisa terjual dan juga menu snack kami," kata pemuda asal Desa Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, tersebut.

Kesuksesan acara nobar membuat Ardiansyah berencana menghadirkan kegiatan serupa meski Piala Dunia telah berakhir.

Ia ingin memanfaatkan momentum berbagai pertandingan olahraga besar maupun turnamen e-sport untuk menarik lebih banyak pengunjung.

"Setelah ini, Jika ada event besar, entah olahraga apapun, akan dinobarkan, dan kemungkinan kita gelar turnamen sepakbola PES juga Mobile Legend," kata dia.

Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu mendongkrak omzet pelaku usaha kuliner.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.