- Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat saling serang pada pertengahan Juli 2026.
Kedua pihak sama-sama mengklaim berhasil menargetkan lokasi musuh, namun Pentagon tidak secara terbuka melaporkan kerugiannya.
Hingga Sabtu (18/7/2026), belum ada keterangan resmi dari AS yang menyatakan korban di pihaknya.
Namun, CBS News melaporkan sejumlah tentara mengalami luka-luka saat rudal Iran menghantam pangkalan di Yordania.
Informasi tersebut bersumber dari pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya.
Sementara itu, Iran mengakui tujuh tentaranya tewas dan 13 lainnya luka-luka pada Rabu (15/7/2026).
Para korban diketahui berasal dari Brigade ke-388.
Iran mengatakan, AS menembakkan 13 rudal ke area perumahan dan fasilitas akomodasi di barak tentara Kota Bampur.
Terbaru, delapan warga sipil tewas di sejumlah provinsi Iran dalam serangan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) malam hingga Jumat (17/7/2026) pagi.
Angka tersebut menambah daftar kematian akibat serangan AS baru-baru ini.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan total 38 orang tewas dan 400 lainnya terluka.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman