TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya membenahi sistem transportasi umum sebagai salah satu langkah mengurangi kemacetan akibat tingginya volume kendaraan pribadi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan upaya tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.
Dalam rapat koordinasi yang digelar beberapa waktu lalu, Pemkot Palembang mengundang berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerhati transportasi, akademisi, penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumatera Selatan, pengamat perkotaan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Pertemuan tersebut bertujuan menghimpun masukan dan rekomendasi untuk menyusun kebijakan transportasi yang lebih baik.
Menurut Isnaini, perhatian Wali Kota terhadap sektor transportasi menjadi dasar dilaksanakannya rapat koordinasi tersebut.
Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan transportasi yang dihadapi Kota Palembang.
Pembahasan difokuskan pada peningkatan kualitas transportasi umum, pengembangan layanan feeder yang terintegrasi dengan LRT, peningkatan pelayanan angkutan umum, serta penyusunan skema subsidi transportasi.
"Tujuannya untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik," kata Isnaini.
Baca juga: Breaking News : Jembatan Musi II Palembang Macet Parah, Imbas Truk Hino Tabrak Truk Molen Mogok
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Palembang, Heriyanto, mengapresiasi kehadiran para pemerhati transportasi, akademisi, dan seluruh peserta yang telah memberikan berbagai masukan.
Menurutnya, melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkot Palembang optimistis dapat merumuskan kebijakan transportasi yang lebih terintegrasi dan efektif, sehingga mampu menghadirkan layanan transportasi umum yang aman, nyaman, serta mudah diakses masyarakat.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com