Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Hamparan sawah di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mulai memperlihatkan dampak serius musim kemarau.
Lahan pertanian yang beberapa bulan lalu sempat terendam banjir kini berubah drastis menjadi tanah kering yang pecah-pecah akibat kekurangan pasokan air.
Pantauan Tribun Jabar Sabtu (18/7/2026) menjelang sore, di area persawahan Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, dan Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, kondisinya sudah mulai memprihatinkan.
Tanah sawah yang sudah ditanami padi terlihat mengering hingga membentuk retakan-retakan yang cukup lebar. Tanaman padi yang memasuki fase berbuah, kini mulai kehilangan kesegarannya.
Sebagian besar daun padi mulai menguning, layu, bahkan ada yang mati karena tidak lagi mendapat suplai air yang cukup.
Di setiap petakan sawah, terlihat rumput liar mulai tumbuh subur di sela-sela tanaman padi yang sudah melemah.
Hal ini menjadi gambaran lahan pertanian mulai kehilangan produktivitasnya akibat kemarau yang berlangsung lebih dari sebulan.
Baca juga: Lima Desa di Pangandaran Mulai Terdampak Kekeringan, Sumur Bor dan Distribusi Air Bersih Disiapkan
Kondisi tersebut diperparah dengan saluran irigasi yang bersumber dari BBWS Citanduy. Saluran yang biasanya menjadi andalan petani untuk mengairi sawah kini terlihat kering tanpa aliran air sedikit pun.
Ironisnya, lokasi yang kini dilanda kekeringan itu merupakan kawasan yang beberapa waktu lalu terdampak banjir kiriman saat musim penghujan.
"Kalau musim hujan kemarin, di sini selalu banjir. Kemarau sebulan lebih sekarang malah kering parah, tanahnya sudah belah," ujar Sarli (37), seorang petani di Kalipucang kepada Tribun Jabar.
Data Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran mencatat sedikitnya 52 hektare lahan sawah mulai terdampak kekeringan.
Dari jumlah itu, sekitar 29 hektare berada di Kecamatan Padaherang, 10 hektare di Kecamatan Mangunjaya, sedangkan sisanya tersebar di Kecamatan Kalipucang.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun mulai menyiapkan langkah penanganan untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, mengatakan penanganan kekeringan dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pihak.
"Jadi, kita berkolaborasi akan buat sumur bor dan pendistribusian air bersih," ucap Citra.
Selain pemerintah daerah, upaya penanganan pun melibatkan TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (*)