PT Futai Sulut Alami Kerugian Rp 15 Miliar, Ini Daftar Fasilitas yang Rusak dan Terbakar
Glendi Manengal July 18, 2026 09:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Pernyataan resmi dari PT Futai Sulawesi Utara (Sulut), kepada wartawan pada di Favehotel Bitung Rabu (15/7/2026) malam, bertujuan agar publik ketahui hal-hal yang baik dan benar.

Ini sebagaimana yang dikemukakan oleh PT Futai Sulut melalui tim hukumnya Dance Novian Baeruma SH.

Dance N Baeruma SH didampingi seorang dari tim hukum dan seorang lagi dari pihak perusahan, yang bergerak di pengolahan dan produksi limbah kertas untuk di ekspor ke luar negeri.

Terkait adanya pelemparan benda keras yang diduga dilakukan lebih dulu dari dalam perusahan, ke massa warga Kelurahan Tanjung Merah Kecamatan Matuari pada Selasa (14/7/2026) malam menurut Dance Baeruma SH saat malam kejadian ia berada di Polres Bitung.

Lalu melakukan video call dengan seorang karyawan disaksikan anggota Polres, menerima informasi mereka dari luar melakukan lemparan.

"Kami tidak sedang menanyakan siapa yang lempar karena ada pagar, batu datang dari luar bukan hanya batu ada petasan," kata dia.

Intinya kata Dance terkait pelemparan di proses hukum untuk dibuktikan benar salahnya.

Akibat insiden ini PT Futai Sulut alami kerugian empat gedung mes karyawan, satu unit gudang, dua unit mobil, empat unit motor listrik, tiga kontainer bahan baku dan sebagian area lantai satu serta lantai dua gedung kantor.

"Estimasi total kerugian Rp 15 miliar," tambahnya.

Pihaknya sudah melayangkan laporan terkait penyerangan, pembakaran dan pengrusakan dengan terlapor tidak sebutkan karena diserahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

Untuk korban dari pihak perusahan suami istri alami kekerasan sehingga pengaruh ke psikologi. 

Dalam keterangannya kepada belasan wartawan, Dance Baeruma menegaskan penyampaian itu bukan narasi yang dibuat tapi ada bukti konkrik.

Menyangkut tidak adanya aktivitas perusahan sebagaimana tudingan warga, sejak Rabu (8/7/2026).

Dibuktikan dengan rekaman CCTV perusahan tidak melakukan aktivitas produksi hingga Rabu (15/7/2026).

"Kalau di tanya aktivitas lain ada. Karena kenapa, kami lagi memperkirkan dan memperhatikan karyawan saudara- suadara kita di perusahan. Kalau tidak ada aktivitas mereka jadi korban otomatis mereka akan di rumahnya," jelas PT Futai Sulut melalui tim hukumnya Dance Novian Baeruma SH, Rabu (15/7/2026) malam kepada wartawan.

Sembari menambahkan, kegiatan lainnya tetap ada karena pertimbangan nasib pada pekerja.

Dalam keterangan itu pihaknya menyampaikan adanya temuan bom molotof di perusahaan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, bahkan ada petasan dan sajam panah wayer.

"Pimpinan kami, bos besar kami juga diserang," tambahnya.

Pihaknya juga mendapati ada upaya pengrusakan CCTV dan perangkatnya diduga diambil dari lokasi, padahal tempat penyimpanan hanya orang khusus yang tau begitu juga servernya jadi target

Dan ini diduga upaya menghilangkan barang bukti.

Pihaknya menyangkan aksi ke PT Futai Sulut, tindakan pembakaran, pengrusakan dan kekerasan yang terjadi atas dasar tuduhan tak sesuai fakta kegiatan produksi perusahaan padahal tidak.

Baca juga: Daftar Kerugian dan Kerusakan Akibat Insiden di PT Futai Sulut Bitung, Dibeber Tim Hukum

(TribunManado.co.id/Crz)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.