TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo menggelar turnamen sepak bola di pelosok daerah yang akan berlangsung selama kurang lebih 2 pekan dalam rangka memperingati harlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28.
Pembukaan Turnamen Garda Bangsa Cup 2026 ini digelar di lapangan Cemoro Sewu, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang berlangsung dari tanggal 17 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Pembukaan dihadiri sejumlah tokoh PKt dari Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo. Seperti anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Multazamudz Dzikri, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, serta perwakilan Forkopimka setempat.
Ketua Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Mohammad Badrul Kamal mengatakan, turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28. Turnamen tersebut juga bisa jadi wadah dalam menyalurkan bakat.
Baca juga: Jasad Pria Bersarung di Pantai Pilang Probolinggo Dipastikan Korban Pembunuhan, Satu Orang Ditangkap
"Turnamen ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Sebanyak 32 tim tercatat mengikuti kompetisi ini dan diharapkan mampu menyajikan pertandingan yang sportif," kata Kamal, Sabtu (18/7/2026).
"Kegiatan ini juga bukti komitmen kami untuk menjadi wadah aspirasi dan kreativitas anak muda dan alhamdulillah antusias warga di khususnya warga pegunungan sangat luar biasa," imbuhnya.
Sementara anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Multazamudz Dzikri, rangkaian peringatan Harlah PKB ke-28 tidak hanya berfokus pada kegiatan politik, tetapi juga mengedepankan gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
"Melalui rangkaian Harlah PKB ke-28, kami tidak ingin hanya berbicara tentang politik saja, tapi kami juga mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui berbagai kegiatan olahraga,," tutur Multazam.
Selain menjadi ajang menjalani pola hidup sehat, menurut Multazam, adanya turnamen tersebut juga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Kehadiran ribuan penonton turut menggerakkan pelaku UMKM di sekitar sehingga perputaran ekonomi di wilayah Krucil ikut meningkat selama kegiatan berlangsung. Terlebih pelaksanaannya berlangsung hingga 2 pekan lebih," pungkasnya.
(Ahsan Faradisi/TribunJatimTimur.com)