Iran Serukan Warga Yordania Angkat Senjata Lawan AS, Iran Hujani Pangkalan Militer di Yordania
Ansari Hasyim July 19, 2026 12:36 AM

 

 


SERAMBINEWS.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat. Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerukan warga Yordania untuk melawan pasukan Amerika Serikat, sembari mengklaim telah meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer AS di wilayah Yordania.

Dalam pernyataan yang dikutip media Iran, Sabtu, IRGC menyebut keberadaan pasukan AS di Yordania harus dilawan.

"Merupakan tugas agama dan kemanusiaan Anda untuk menetralisir mereka dengan segala cara dan membersihkan tanah suci Yordania dari para pembunuh kaum Muslim yang tertindas," demikian isi pernyataan IRGC.

IRGC juga mengklaim rudal-rudalnya menghantam pangkalan angkatan udara yang digunakan militer AS di Yordania, termasuk bunker perlindungan pesawat tempur Amerika.

Sejumlah video yang beredar di media sosial, meski belum dapat diverifikasi secara independen, memperlihatkan dugaan dampak serangan rudal balistik Iran di wilayah Yordania. Rekaman tersebut turut dibagikan oleh sejumlah pengamat militer.

Baca juga: Iran Pajang Baliho Trump dan Keluarga dalam Peti Mati, Bertuliskan Blood for Blood

Yordania merupakan sekutu dekat Amerika Serikat. Meski tetap menjalin hubungan diplomatik dengan Iran, posisi geografis negara itu membuatnya beberapa kali terdampak konflik yang melibatkan Iran, Israel, maupun Amerika Serikat.

Iran Kembali Serang Kuwait

Di saat yang sama, Kuwait mengumumkan bahwa Iran kembali menyerang fasilitas pembangkit listrik dan penyulingan air milik negara tersebut untuk hari kedua berturut-turut.

Kementerian Listrik dan Air Kuwait menyatakan serangan terbaru memicu kebakaran di salah satu bagian pembangkit sehingga beberapa unit produksi listrik harus dihentikan.

"Fasilitas pembangkit listrik dan penyulingan air kembali menjadi sasaran serangan yang menyebabkan kebakaran pada salah satu komponennya," kata kementerian dalam pernyataan resmi.

Sehari sebelumnya, serangan serupa juga menyebabkan kebakaran dan kerusakan pada fasilitas yang sama.

Dinas Pemadam Kebakaran Kuwait melaporkan dua lokasi berbeda terbakar akibat serangan rudal dan drone Iran. Beberapa petugas pemadam kebakaran serta seorang pekerja dilaporkan mengalami luka-luka.

Situasi keamanan yang memburuk juga berdampak pada sektor penerbangan. Maskapai nasional Kuwait menyatakan sebagian besar jadwal penerbangan harus dijadwalkan ulang setelah otoritas menutup sementara lalu lintas udara di Bandara Internasional Kuwait akibat ancaman serangan roket dan drone.

Rangkaian serangan ini menandai meluasnya eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah, dengan Yordania dan Kuwait kini ikut terdampak di tengah meningkatnya ketegangan regional.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.