Iran Klaim 5 Pesawat Tempur AS Hancur Dirudal, Sejumlah Tentara Terluka dalam Serangan ke Yordania
Ansari Hasyim July 19, 2026 12:36 AM

 

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan lima pesawat militer Amerika Serikat, termasuk dua jet tempur, dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti di Azraq, Yordania, Sabtu (18/7/2026).

Klaim tersebut disampaikan IRGC melalui saluran Telegram resminya. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut operasi itu sebagai bagian dari balasan terhadap tindakan Amerika Serikat di kawasan.

"Atas nama Allah, Penghancur para penindas. Barang siapa melampaui batas terhadap kalian, maka balaslah dengan cara yang setimpal," demikian bunyi pernyataan IRGC.

IRGC juga menyatakan bahwa dukungan rakyat Iran terhadap revolusi serta operasi militer yang mereka lakukan telah membuat musuh "terkejut dan kalah", hingga akhirnya, menurut mereka, beralih menyerang sasaran sipil.

Baca juga: Iran Serukan Warga Yordania Angkat Senjata Lawan AS, Iran Hujani Pangkalan Militer di Yordania

Dalam pernyataan yang bernada keras, IRGC menyerukan warga Yordania untuk melawan keberadaan militer Amerika Serikat di negara tersebut.

Organisasi militer itu menuduh AS bertanggung jawab atas kematian ratusan ribu warga sipil Muslim di berbagai negara, termasuk Afghanistan, Irak, Yaman, Lebanon, Libya, Sudan, Filipina, dan Palestina.

Di sisi lain, sejumlah pejabat Amerika Serikat yang dikutip CBS News menyebut beberapa personel militer AS mengalami luka-luka akibat serangan Iran ke wilayah Yordania. Hingga kini, Washington belum mengonfirmasi klaim Iran mengenai hancurnya lima pesawat tempur tersebut.

Sementara itu, konflik juga merembet ke negara-negara Teluk.

Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait menyatakan sebuah pembangkit listrik sekaligus pabrik desalinasi air menjadi sasaran serangan Iran pada Sabtu.

Serangan tersebut memicu kebakaran di lokasi.

Ini merupakan hari kedua berturut-turut fasilitas desalinasi di Kuwait menjadi target. Sehari sebelumnya, Iran juga dilaporkan menyerang pembangkit listrik lain yang menyebabkan kerusakan.

Fasilitas desalinasi memiliki peran vital bagi Kuwait karena sekitar 90 persen kebutuhan air minum negara tersebut bergantung pada proses penyulingan air laut.

Di Bahrain, Angkatan Pertahanan Bahrain mengumumkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah serangan udara Iran pada Sabtu.

Melalui pernyataan di platform X, Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menegaskan seluruh unit militer tetap berada dalam tingkat kesiapsiagaan tertinggi untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.

Bahrain juga menuduh Iran terus menjalankan pendekatan yang bermusuhan dengan menyasar wilayah sipil di negara kerajaan Teluk tersebut.

Hingga saat ini, belum ada verifikasi independen yang mengonfirmasi klaim IRGC mengenai jumlah pesawat AS yang hancur maupun rincian kerusakan yang ditimbulkan dalam serangan tersebut.

Konflik yang terus meluas meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.