SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Pemerintah pusat bersiap merevitalisasi sistem landasan pacu Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2027 guna mendukung operasional pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 hingga Airbus A380 secara optimal.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim), Nyono, menjelaskan bahwa proyek strategis ini akan mengoptimalkan infrastruktur yang ada dengan memanfaatkan landasan pacu (runway) di sisi utara bandara. Langkah ini krusial untuk meningkatkan kapasitas penerbangan internasional dan haji dan umrah di Jawa Timur.
"Untuk Bandara Juanda, pada 2027 akan ada revitalisasi. Revitalisasi ini memanfaatkan runway yang berada di sisi utara," ujar Nyono saat memberikan keterangan pada Sabtu (18/7/2026).
Ia menegaskan peningkatan ini ditargetkan khusus agar pesawat berbadan lebar (wide-body) dapat mendarat dengan aman.
Menariknya, revitalisasi ini dirancang tanpa menghentikan aktivitas penerbangan harian yang sangat padat.
Sebelum difungsikan sepenuhnya, runway utara akan menjalani fase pemeliharaan terlebih dahulu secara paralel dengan perbaikan landasan pacu utama yang saat ini digunakan.
"Runway utara akan dipelihara terlebih dahulu dalam rangka memperbaiki runway yang saat ini digunakan. Karena ada ribuan penerbangan yang beroperasi, sehingga aktivitas penerbangan tidak boleh berhenti," jelas Nyono.
Proyek tahun 2027 ini sepenuhnya berfokus pada pengembangan sistem runway, bukan perluasan terminal penumpang. Sistem navigasi dan pergerakan pesawat di darat akan diintegrasikan menjadi satu kesatuan operasi yang efisien.
Menurut Nyono, saat ini Bandara Juanda memiliki tiga jalur utama yang akan diintegrasikan:
Integrasi ini diharapkan memangkas waktu antrean pesawat di udara (holding time) dan meningkatkan keselamatan penerbangan.
Kehadiran pesawat raksasa sekelas Airbus A380 juga berpotensi menurunkan biaya logistik kargo udara, serta meningkatkan konektivitas global dari Jawa Timur.
"Diharapkan pesawat berbadan lebar bisa masuk. Mudah-mudahan Boeing 777 bisa beroperasi dengan optimal. Bahkan mudah-mudahan Airbus A380 juga bisa masuk," pungkas Nyono.