Aroma Dendam Bagnaia kepada Ducati Tercium Pengamat MotoGP, Marquez Bisa Dikalahkan Pakai Motor Aprilia
Agung Kurniawan July 18, 2026 08:33 PM

DUCATI CORSE
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menjelang start pada MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans, Minggu (11/5/2026).

BOLASPORT.COM - Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menilai Francesco Bagnaia akan memiliki motivasi berlipat untuk mengalahkan Ducati sebagai tim yang dia bela saat ini.

MotoGP 2027 mendatang menjadi babak baru bagi seorang Bagnaia di mana dia menjadi bagian dari tim pabrikan Aprilia dan bertandem dengan Marco Bezzecchi.

Pabrikan Noale, Italia tersebut memang sedang mencuri perhatian setidaknya hingga MotoGP 2026 berlangsung separuh jalan dengan performa motor yang menjanjikan.

Aprilia menjadi kekuatan baru yang bisa mengimbangi Ducati yang saat ini masih diperkuat oleh Bagnaia dan Marc Marquez dengan menempatkan ridernya sebagai pemenang.

Tak hanya Bezzecchi dan Jorge Martin saja, tim satelit Aprilia Trackhouse MotoGP juga sedang berada di level terbaik dengan bertumpu kepada Ai Ogura dan Raul Fernandez.

Melaju di atas Motor RS-GP, Ogura bahkan berhasil mengamankan 2 podium dan 1 kemenangan dalam 3 balapan terakhir yang dijalani.

Sedangkan Fernandez juga mengamankan podium dari 2 balapan terakhir yang dijalaninya.

Berkaca dari performa sejauh ini, Bagnaia dinilai telah membuat keputusan yang tepat untuk bergabung bersama Aprilia untuk MotoGP 2027.

Tak ayal di masa jeda MotoGP 2026 ini, Carlo Pernat selaku pengamat memberikan sorotannya terhadap keputusan yang telah dibuat oleh murid Valentino Rossi itu.

Di mata Pernat, mendatangkan Bagnaia merupakan keputusan yang solid dari seorang Massimo Rivola selaku CEO Aprilia.

Rivola mendapatkan momen yang tepat untuk mengambil juara dunia MotoGP musim 2022 dan 2023 itu saat Yamaha juga mengincarnya.

"Bagi saya, itu adalah keputusan yang pasti dari Massimo Rivola," kata Pernat, dilansir BolaSport.com dari laman Motosan.

"Saat Bagnaia hendak berbicara dengan Yamaha, Rivola memintanya bergabung dengan Aprilia yang memiliki motor kompetitif."

"Bagnaia sudah mengumpulkan cukup banyak uang, jadi, dia pasti menerima setengah dari bayaran yang didapatnya di Yamaha," imbuhnya.

Kepindahan ke Aprilia bukanlah keputusan biasa, ini menjadi momentum Bagnaia untuk bangkit dari masa sulitnya sejak Marquez menjadi rekan setimnya di Ducati.

"Dia juga mengambil keputusan teknis, memutuskan untuk meraih kemenangan, bisa dibilang, ini adalah keputusan demi meraih kemenangan atas Ducati dan Marquez," ucap Pernat.

"Jika dia pindah ke Yamaha, tujuannya bukan lagi soal mengalahkan Yamaha, Ducati, dan Márquez. Itu hanya soal nilai kontrak dan uang semata."

"Di Aprilia, dia memulai sebuah perjuangan yang memang tidak mudah namun dia akan tetap berjuang," tuturnya menambahkan.

Pernat juga merasa Bagnaia ingin membuktikan dirinya sekali lagi bahwa dia bisa menjadi juara dunia dengan mengalahkan Marquez dan Ducati.

Walau tidak mudah, Pernat percaya motor Aprilia dan Ducati akan sama-sama kompetitif meski regulasi MotoGP musim depan akan berbeda di mana tim menggunakan mesin berkapasitas 850cc bukan 1000cc lagi.

"Dia ingin menjadi juara dunia dengan mengalahkan Ducati dan Marquez, ini adalah keputusan besar," kata Pernat.

"Hal ini tidak mudah bahkan sangat sulit, tetapi dia patut mendapat apresiasi atas langkah yang diambilnya."

"Tentu saja ini bukan hal yang mudah, otornya kompetitif, meskipun spesifikasi 850cc belum banyak diketahui, motor-motor dari Aprilia maupun Ducati pastinya akan sangat kompetitif," imbuhnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.