Pria di Kota Kediri Diduga Sebabkan Kebakaran Lahan Tebur Seluas 4 Hektare, Ada Pembakaran Daduk
Samsul Arifin July 18, 2026 09:32 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kebakaran melanda area perkebunan tebu di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (18/7/2026) siang. 

Sedikitnya sekitar empat hektare tanaman tebu milik warga hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran terjadi di kawasan Bulurejo dan Pagut sekitar pukul 13.30 WIB.

Api sempat membesar karena membakar tanaman tebu yang masih berdiri sehingga menyebabkan kerugian material bagi sejumlah pemilik lahan.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Pesantren bersama petugas Pemadam Kebakaran Kota Kediri langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan proses pemadaman.

Lahan tebu yang terdampak diketahui milik beberapa warga, yakni Munasir, M. Isnnaeni, Ridwan, dan Hasan Bisri.

Baca juga: Berada di Samping Masjid Jami, Kebakaran Lahan Tebu di Gedangan Mojokerto Sempat Bikin Panik Warga

Api Diduga Berawal dari Pembakaran Daun Tebu

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menduga kebakaran terjadi akibat pembakaran daduk atau daun tebu sisa panen yang kemudian merembet ke area tanaman tebu yang belum dipanen.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kebakaran dari warga.

"Begitu menerima laporan, anggota kami bersama petugas Damkar langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan pemadaman agar api tidak meluas ke lahan lainnya," kata Siswandi.

Polisi menduga pembakaran tersebut dilakukan oleh seorang pria berinisial DAS (49), warga Bulurejo, Kelurahan Blabak.

Dugaan itu muncul berdasarkan keterangan saksi yang melihat aktivitas pembakaran sebelum api menjalar ke area tanaman tebu.

"Salah seorang saksi melihat yang bersangkutan membakar daduk atau daun tebu sisa panen. Api kemudian merembet ke tanaman tebu yang belum ditebang sehingga menyebabkan kebakaran meluas," jelas Siswandi.

Polisi Masih Dalami Penyebab Kebakaran

Kapolsek Pesantren menyampaikan, berdasarkan informasi dari perangkat setempat, pria yang diduga melakukan pembakaran tersebut diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan rangkaian peristiwa yang terjadi.

"Kami tetap melakukan penyelidikan sesuai prosedur untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran ini," ungkapnya.

Petugas gabungan akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api setelah melakukan pemadaman di lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Selama proses penanganan berlangsung, situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan kondusif.

Warga Diimbau Tidak Membakar Limbah Pertanian Sembarangan

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sisa tanaman atau limbah pertanian secara sembarangan, terutama saat kondisi cuaca kering seperti musim kemarau.

Pembakaran terbuka berisiko menyebabkan api cepat menjalar dan sulit dikendalikan, terlebih pada lahan pertanian yang memiliki material mudah terbakar seperti daun dan batang tanaman kering.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.