KETAKUTAN Warga Saat Hutanabolon Banjir Bandang Lagi, Air Masuk ke Rumah: Asal Hujan Tanggul Jebol
Septrina Ayu Simanjorang July 18, 2026 10:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com, TAPTENG  - Ketakutan warga saat Hutanabolon banjir bandang lagi.

Air masuk ke rumah hingga warga terjebak.

Kini warga pun mengharapkan perhatian pemerintah karena tanggul selalu jebol saat hujan deras turun.

Baca juga: PILU Teriakan Korban Begal Ingat Istri Sedang Hamil 8 Bulan, Tubuh Terluka Parah: Tolong pak

Warga di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, kembali dilanda banjir sejak sore, Sabtu (18/7/2026).

Diketahui, sudah dua hari ini Tapanuli dilanda hujan deras. Untuk Tapanuli Tengah, banjir kembali terjadi di dua kelurahan, Hutanabolon dan Sipange.

Banjir yang terjadi di Hutanabolon hampir sama dahsyatnya seperti yang terjadi pada 25 November 2026 lalu.

Bencana banjir di Hutanabolon dibagikan seorang warga bernama Eka Suryani Pasaribu.

Baca juga: Distribusi BBM Sumut: Antrean Panjang, Pengawalan Polisi, dan Dugaan Maladministrasi

Dalam siaran langsungnya di media sosial Facebook sekitar dua jam lalu, Eka Suryani Pasaribu memperlihatkan betapa dahsyatnya banjir yang kembali terjadi di Hutanabolon.

Bahkan, kayu-kayu besar ikut terlihat hanyut terbawar arus banjir bandang ini.

Eka Suryani Pasaribu dan keluarganya yang terjebak banjir di dalam rumah menangis histeris.

"Sudah masuk air. Selamatkan nyawa kami ya Allah," ujar Eka Suryani sambil menangis.

BANJIR - Siaran langsung warga saat Keluarahan Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah banjir lagi, Sabtu (18/7/2026). (TRIBUN MEDAN/Tangkapan Layar)

Dari siaran langsungnya juga Eka mengatakan, banjir yang terjadi di Hutanabolon diakibatkan karena lagi tanggul jebol.

"Buat pemerintah, tolong kami. Kayak mananya kalian melihat kami ini. Asal hujan tanggul jebol," ucapnya.

Eka Suryani dan keluarganya hanya bisa bertahan di dalam rumah. Tak yang bisa mereka perbuat dan berharap banjir bandang ini cepat surut.

"Awas itu kayu. Redalah hujan ini ya Allah. Tolong kami sudah terjebak. Mau keluar juga gak bisa. Sudah besar kali airnya," kata Eka Suryani.

Ada sekitar 30 menit Eka Suryani Pasaribu memperlihatkan banjir bandang di Hutanabolon.

Warga berkali-kali mempersoalkan tanggul yang sudah dibangun sejak bencana, namun faktanya yang terjadi setiap kali hujan deras, Hutanabolon tetap banjir.

"Jebol tanggul, padahal sudah dibikin. Berarti tanggulnya kurang bagus," ujarnya.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.