240 Ton Sampah per Hari di TPA Lempeni Lumajang Belum Terkelola
Ndaru Wijayanto July 18, 2026 09:32 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Sebanyak 240 ton sampah per hari di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, belum terkelola sehingga terus menumpuk.

Kondisi tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Restuardy Daud, saat meninjau TPA Lempeni, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Restuardy, Kabupaten Lumajang dipilih jadi salah satu lokasi pelaksanaan Local Service Delivery Improvement Program (LSDP) karena volume timbunan sampah hariannya mencapai sekitar 500 ton.

"Kesiapan darah seluruhnya siap, kecuali yang sedang dimatangkan saat ini adalah lahan dan akses menuju tempat ini (TPA)," ujarnya.

Baca juga: Jombang Hasilkan 530 Ton Sampah Dalam Sehari, Tak Semuanya Terserap Masuk TPA Banjardowo

Ia menjelaskan, adanya proyek ini diharapkan sebanyak 240 ton sampah perhari di TPA ini, dapat dikelola dengan baik mulai dari hulu hingga hilirnya.

"Kami berharap kurang lebih 240 ton perhari yang belum terkelola. Nanti bisa difasilitasi dan dintervensi melalui LSDP ini," kata Daud.

Program LSDP di Lumajang, Daud memperkirakan akan dimulai 2027, khususnya menyiapkan lahan pengelolaan sampahnya serta penyiapan regulasinya.

"2028 kami akan mulai bangun infrastrukturnya, mulai TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) hingga Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Harapannya yang terbuang di TPA ini residunya saja," imbuhnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Republik Indonesia Medrilzam mengatakan proyek LSDP merupakan transformasi pengelolaan sampah mulai hulu hingga hilir.

"Kami akan rubah pola pengelolaannya, mulai pemilahan, pengangkutan sampai terjadwal di TPS 3R, sampai TPST," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengakui pengelolaan sampah di TPA ini masih tradisional, sehingga hasilnya masih kurang optimal.

"Masih tradisional, meskipun di masyarakat sudah terbentuk program mama risa (masyarakat mandiri sampah), ada bank sampah dan sebagaian di daur ulang. Tapi itu sebagian kecil masih belum menjawab masalah sampah di Kabupaten Lumajang," tanggapnya.

Oleh karena itu, Indah berharap program LSDP Mendagri ini bisa menyelesaikan masalah sampah di Kabupaten Lumajang, meski timbunan hariannya masih dibawah 1000 ton.

"Makanya kami siap menerima program LSDP ini, tentu harus diikuti kesiapan masyarakatnya, dan infrastruktur lahan. Tentu kami akan mengikuti serangkaian kegiatan yang dipersyaratkan oleh LSDP," ulasnya.

Meskipun timbunan sampah di TPA ini kisaran 500 ton. Kata Indah, hal tersebut tidak boleh diremehkan karena kalau tidak dikelola dengan baik, bisa membawa dampak lain.

"Makanyadiperlukan transformasi, mulai dari pilah, olah kemudian jadi produk lalu dijual. Jadi bermanfaat dan jadi pemasukan bagi daerah," ucapnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.