Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG — Munculnya berbagai persoalan yang melibatkan generasi muda dalam beberapa waktu terakhir mendorong Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Aceh Tamiang mengajak seluruh pemangku kepentingan kembali memperkuat pendidikan karakter.
Isu yang berkembang, mulai dari maraknya judi online, aksi begal, penyebaran paham yang bertentangan dengan norma, hingga kasus seorang pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, yang diduga meledakkan bom rakitan berdaya ledak rendah di lingkungan sekolah, dinilai menjadi peringatan bahwa pembinaan karakter harus kembali menjadi perhatian bersama.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Aceh Tamiang, Agus Salim, mengatakan Gerakan Pramuka selama ini menjadi wadah pembentukan karakter yang mengajarkan disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kebangsaan.
"Pramuka itulah benteng pembentukan karakter. Melihat berbagai isu yang mencuat beberapa hari terakhir, sudah saatnya seluruh stakeholder membangkitkan kembali pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka.
Semua aspek pembinaan ada di dalam Pramuka," kata Agus Salim di KarangBaru, Sabtu (18/7/2026).
Baca juga: Setelah Kursus di Pusdiklatnas, Kwarda Pramuka Aceh Fasilitasi Pengabdian Pelatih Pramuka
Menurut Agus, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak lagi didominasi ancaman fisik, melainkan ancaman nonmiliter yang menyasar moral, etika, dan budaya.
Karena itu, pembinaan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan melalui keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, hingga lingkungan masyarakat.
Ia menyatakan Kwarcab Gerakan Pramuka Aceh Tamiang mendukung kebijakan Pemerintah Republik Indonesia yang menempatkan penyebaran budaya LGBT sebagai salah satu ancaman nonmiliter dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan ideologi dan sosial budaya bangsa.
Selain itu, Kwarcab Aceh Tamiang juga menyatakan dukungan terhadap langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tengah menyusun naskah akademik dan mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait LGBT ke DPR RI.
Di Aceh, sikap tersebut juga dinilai sejalan dengan penerapan Syariat Islam dan pandangan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tamiang.
Sebagai tindak lanjut, Kwarcab Aceh Tamiang menginstruksikan seluruh jajaran Gerakan Pramuka di setiap gugus depan agar memperkuat pengamalan Tri Satya dan Dasadarma dalam setiap kegiatan kepramukaan.
Baca juga: MPU Aceh Utara Hasilkan Rekomendasi Penguatan Syariat, Termasuk Aturan Larangan LGBT
Fungsi edukasi juga diminta semakin ditingkatkan agar peserta didik memiliki ketahanan moral dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai pengaruh negatif.
"Kami juga meminta seluruh jajaran Pramuka bersinergi dengan pemerintah daerah, ulama, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat, religius, dan berkarakter positif.
Pembentukan karakter generasi muda tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama," ujar Agus.
Ia berharap Gerakan Pramuka kembali menjadi ruang pembinaan yang efektif bagi generasi muda di Aceh Tamiang.
Menurutnya, penguatan karakter sejak dini merupakan investasi penting agar anak-anak memiliki prinsip yang kuat, mampu menyaring pengaruh negatif, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan. (mad)